Faktakalbar.id, TEKNO – Lonjakan kebutuhan industri Artificial Intelligence (AI) yang masif di awal tahun 2026 kini mulai berdampak serius pada pasar perangkat elektronik konsumen. Laporan terbaru menunjukkan bahwa harga Hard Disk (HDD), router WiFi, hingga Set Top Box (STB) terancam naik tajam akibat kelangkaan komponen memori.
Kebutuhan memori untuk server AI yang meningkat drastis menyebabkan harga DRAM dan NAND meroket lebih dari 600 persen dalam setahun terakhir. Hal ini memicu fenomena “Cipflasi” atau kenaikan harga cip yang melebihi tren harga komoditas lainnya.
Baca Juga: Efek Domino AI: Setelah RAM, Kini Giliran Hard Disk (HDD) Terancam Langka dan Mahal Sepanjang 2026
Router dan STB Paling Terdampak
Berdasarkan riset pasar dari Counterpoint Research, perangkat broadband seperti router dan STB menjadi segmen yang paling terdampak. Dalam sembilan bulan terakhir, harga memori untuk perangkat ini melonjak hingga tujuh kali lipat.
Lonjakan ini secara otomatis mengubah struktur biaya produksi (BOM).
Jika setahun lalu porsi memori hanya menyumbang 3 persen dari total biaya material router, kini angkanya membengkak menjadi lebih dari 20 persen, terutama pada produk kelas menengah ke bawah.
Kenaikan harga ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Juni 2026.
Hal ini menjadi alarm bagi perusahaan telekomunikasi yang tengah gencar melakukan ekspansi jaringan fiber maupun FWA (fixed wireless access).
Stok HDD Ludes Terjual Hingga Akhir 2026
Kondisi yang tak kalah mengkhawatirkan terjadi pada industri media penyimpanan (storage).
CEO Western Digital (WD), Irving Tan, mengungkapkan bahwa kapasitas produksi HDD mereka untuk tahun kalender 2026 sudah hampir seluruhnya habis terjual (sold out).router
















