“Jadi sekarang Krakatau Steel itu satu tahun kira-kira mensuplai 400.000 ton. Ya, sekitar segitu per tahun rutin, ya kebutuhan rutin. Jadi kalau ini size-nya seperti itu, itu growth-nya signifikan itu,” ujar Hernowo.
Hernowo menekankan bahwa penguatan industri maritim nasional harus berjalan beriringan dengan penggunaan bahan baku dalam negeri.
Baca Juga: Sempat Mundur, PT PAL Pastikan Kapal Perang Canggih Pesanan Filipina Tiba November 2026
Ia menilai kapasitas industri kapal domestik memiliki potensi untuk tumbuh hingga dua kali lipat, dengan catatan material utama yang digunakan tidak berasal dari impor.
Sejalan dengan visi tersebut, Danantara Indonesia melalui COO Dony Oskaria sebelumnya menegaskan komitmen untuk menjadikan BUMN sektor manufaktur perkapalan dan kereta api sebagai penyerap utama stok baja produksi KRAS.
Danantara mewajibkan perusahaan di lingkupnya, seperti PT PIS, PT Pelni, dan PT ASDP, untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di fasilitas galangan milik PT PAL Indonesia.
Langkah integrasi dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat mempercepat industrialisasi di berbagai aspek strategis serta mengurangi ketergantungan pada material luar negeri guna memperkuat kedaulatan industri manufaktur nasional.
(FR)
















