781 KK Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah Mulai Direlokasi ke Huntara

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1).
Arsip - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Total sebanyak 529 KK yang terdampak akan dialihkan ke enam lokasi huntara, yakni di Kecamatan Linge dengan dua desa yang terdampak, yaitu Desa Umang dan Penarun. Kemudian, Desa Jamat, Delong Sekinil, Reja Payung, dan Kutin Reja,” jelasnya.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh warga terdampak bencana di Aceh Tengah yang masuk dalam daftar 529 KK tersebut sudah bisa menghuni huntara sebelum hari raya Idulfitri tiba.

“Mudah-mudahan kami terus berupaya sebelum Lebaran mereka dapat menempati huntara. Tapi, harapan besar kami sebelum Lebaran mereka harus sudah masuk ke dalam huntara itu,” ujar Andalika.

Untuk mengantisipasi kekurangan fasilitas, BPBD Aceh Tengah saat ini juga sedang mengajukan usulan penambahan unit bangunan kepada pemerintah pusat.

“Selain terdapat 781 huntara, terdapat penambahan sebanyak 285 huntara lagi yang kini tengah diajukan kepada BNPB,” ungkap Andalika.

Sebagai informasi, Kementerian PPN/Bappenas sebelumnya telah melaporkan kebutuhan pendanaan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Dikejar Deadline, 914 Unit Huntara Korban Bansor Bener Meriah Harus Rampung Lima Hari Lagi

Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp56,3 triliun guna membiayai 2.108 kegiatan pemulihan selama tiga tahun ke depan.

(Natash)