Strategi Mengatur Keuangan Saat Ramadan Agar Hemat

ILustrasi - Bulan Ramadan sering kali diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan pengeluaran tambahan untuk buka puasa bersama atau persiapan Lebaran. (Dok; Freepik)
ILustrasi - Bulan Ramadan sering kali diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan pengeluaran tambahan untuk buka puasa bersama atau persiapan Lebaran. (Dok; Freepik)

3. Batasi Agenda Buka Puasa Bersama

Anda wajib bersikap selektif dalam menerima undangan buka puasa bersama di restoran atau hotel yang biasanya memakan biaya cukup besar. Pilihlah acara yang benar-benar penting untuk mempererat silaturahmi agar keuangan Anda tidak habis hanya untuk sekali makan di luar.

Mengalihkan dana makan luar ke tabungan atau sedekah akan memberikan manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi masa depan Anda.

Baca Juga: Cara Berbuka Puasa yang Sehat Agar Perut Tidak Sakit

4. Manfaatkan Promo dan Diskon Secara Bijak

Anda harus jeli memanfaatkan berbagai promo Ramadan yang ditawarkan oleh toko swalayan atau platform belanja daring untuk kebutuhan stok dapur. Namun, Anda wajib memastikan bahwa barang yang Anda beli memang benar-benar dibutuhkan dan bukan sekadar karena tergiur harga murah.

Belanja stok dalam jumlah besar saat harga diskon membantu Anda menghemat biaya pengeluaran untuk satu bulan penuh.

5. Sisihkan Dana Zakat dan Sedekah Sejak Awal

Anda wajib memisahkan kewajiban zakat, infak, dan sedekah sesaat setelah Anda menerima gaji di awal bulan. Jangan menunggu hingga akhir Ramadan untuk menunaikan kewajiban ini, karena dana tersebut berisiko terpakai untuk kebutuhan lain yang kurang penting.

Menunaikan kewajiban agama di awal waktu akan memberikan ketenangan batin dan membantu Anda mengukur sisa dana yang bisa Anda gunakan untuk keperluan Lebaran nanti.

(*Sr)