Siapkan 8.000 Personel ke Gaza, TNI Tunggu Keputusan Politik dan KTT Board of Peace

Prajurit TNI dengan baret biru mempersiapkan perlengkapan dan logistik sebelum diberangkatkan dalam misi perdamaian internasional. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Prajurit TNI dengan baret biru mempersiapkan perlengkapan dan logistik sebelum diberangkatkan dalam misi perdamaian internasional. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan pasukan pemelihara perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, di bawah mandat Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF).

Sebanyak 8.000 personel gabungan dalam format brigade komposit tengah disiapkan, meski keberangkatan masih menunggu keputusan politik negara, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Hamas Klaim Kontak Pemerintah RI, Wanti-wanti Pasukan TNI di Gaza Tak Jadi Alat Israel

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, menjelaskan bahwa militer telah menyusun peta jalan (timeline) kesiapan pasukan.

Dari total kekuatan yang disiapkan, sekitar 1.000 personel ditargetkan siap sebagai tim pendahulu (advance team) pada April mendatang, sementara sisanya dijadwalkan siap pada bulan Juni.

“Berdasarkan info yang kami dapatkan, sampai saat ini belum ada keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan TNI ke Gaza,” ujar Donny saat dikonfirmasi.

Donny menegaskan perbedaan antara “siap berangkat” dan “sudah berangkat”.

Status saat ini adalah penyiapan kondisi agar pasukan dapat digerakkan sewaktu-waktu jika mandat turun.

Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan pada 12 Februari 2026 lalu telah menetapkan komposisi pasukan, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan administrasi hingga akhir Februari.