“Kami mengamankan total 10.762 ton logam tanah jarang yang terdiri dari Monazite dan Zircon dari tangan para pelaku ilegal,” ujar Tunggul dalam keterangan tertulisnya.
Pihak TNI AL belum bisa menaksir nilai ekonomi dari ribuan ton Monazite tersebut karena kendala regulasi harga domestik yang belum terbit.
Namun, TNI AL mencatat nilai sitaan komoditas timah dalam operasi yang sama mencapai angka Rp173,6 miliar.
Baca Juga: TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Amankan Komoditas Ilegal Senilai Rp173,6 Miliar
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, meninjau langsung tumpukan barang bukti tersebut usai memimpin latihan militer di Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026).
Ali menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bentuk dukungan penuh TNI AL terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah terus berupaya memperketat pengawasan untuk memberantas penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara. Pengamanan mineral Monazite ini menjadi langkah penting dalam melindungi bahan baku teknologi tinggi dan ketahanan energi nasional di masa depan.
(*Sr)
















