-
Veolia Environmental Services Asia (Prancis): Mengelola sektor air, limbah, dan energi secara multinasional.
-
Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang): Mengoperasikan proyek pengolahan sampah skala besar di Singapura dan Shanghai.
-
China Conch Venture Holding Limited (China): Menjalankan bisnis utama pada sektor solusi insinerasi limbah menjadi energi.
-
Chongqing Sanfeng Environment Group (China): Memiliki spesialisasi sebagai pengembang sekaligus operator fasilitas PLTSa.
-
Wangneng Environment Co., Ltd (China): Mengubah limbah padat menjadi energi listrik melalui proses bioteknologi dan pembakaran.
-
Zhejiang Weiming Environment Protection (China): Mendominasi teknologi WtE dan pernah menawarkan investasi besar di Provinsi Bali.
-
SUS Indonesia Holding Limited (China): Membangun fasilitas pengolahan 1.300 ton sampah per hari di Kota Makassar.
-
PT Jinjiang Environment Indonesia (China): Mengucurkan investasi Rp1,8 triliun untuk fasilitas PLTSa di Kota Palembang.
Target Pemenang Lelang Februari 2026
Danantara menargetkan pengumuman pemenang lelang PLTSa pada akhir Februari 2026. Fadli Rahman memastikan pemilihan pengelola Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berjalan sesuai standar tata kelola yang ketat.
Baca Juga: Tembus Rp55 Triliun, Danantara Kucurkan Investasi Smelter Bauksit di Mempawah
Kehadiran perusahaan global ini bertujuan untuk menjawab tantangan volume sampah kota yang sangat besar di Indonesia. Pemerintah mengharapkan proyek ini mampu menyuplai kebutuhan energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir konvensional.
(*Sr)
















