Cara Berbuka Puasa yang Sehat Agar Perut Tidak Sakit

Ilustrasi - Batasi konsumsi kurma sebanyak tiga butir saja agar Anda masih memiliki ruang untuk nutrisi lain dan tidak kelebihan kalori di awal waktu berbuka. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Batasi konsumsi kurma sebanyak tiga butir saja agar Anda masih memiliki ruang untuk nutrisi lain dan tidak kelebihan kalori di awal waktu berbuka. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Momen berbuka puasa merupakan waktu yang paling Anda tunggu-tunggu, namun sering kali menjadi saat di mana orang melakukan kesalahan pola makan. Mengonsumsi makanan berminyak, bersantan, dan tinggi gula secara sekaligus akan membebani sistem pencernaan yang telah beristirahat selama belasan jam.

Anda harus mengatur urutan konsumsi makanan secara benar agar perut tidak kaget dan tubuh mendapatkan nutrisi yang optimal tanpa rasa begah.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah berbuka puasa yang sehat dan berbobot:

Baca Juga: Cara Mengatur Pola Tidur Saat Puasa Agar Tidak Mengantuk

1. Awali dengan Air Putih Suhu Ruang

Anda wajib membatalkan puasa dengan meminum segelas air putih bersuhu ruang untuk menghidrasi kembali sel-sel tubuh yang kering. Hindari meminum air es atau minuman yang terlalu dingin saat perut masih kosong karena dapat memicu kontraksi lambung dan rasa kram.

Air putih membantu mengencerkan asam lambung dan mempersiapkan organ pencernaan Anda untuk menerima makanan padat setelahnya.

2. Konsumsi Sumber Gula Alami dari Kurma

Anda harus memilih kurma sebagai takjil utama karena buah ini mengandung serat dan gula alami yang mudah terserap oleh tubuh. Kurma secara instan memulihkan kadar glukosa darah Anda yang rendah tanpa menyebabkan lonjakan insulin yang ekstrem.

Batasi konsumsi kurma sebanyak tiga butir saja agar Anda masih memiliki ruang untuk nutrisi lain dan tidak kelebihan kalori di awal waktu berbuka.

3. Hindari Makanan Gorengan dan Bersantan

Anda wajib membatasi konsumsi gorengan dan makanan bersantan kental saat pertama kali membatalkan puasa. Lemak jenuh dalam gorengan sangat sulit dicerna oleh lambung yang baru aktif kembali dan dapat memicu peradangan serta kenaikan berat badan.

Pilihlah makanan yang diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang agar asupan kalori Anda tetap terkontrol dan pencernaan tetap terasa ringan.