Satu Langit Dua Cahaya: Harmoni Obor Ramadan dan Lampion Imlek di Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memegang obor saat mengikuti Pawai Obor menyambut Ramadan 1447 H di Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memegang obor saat mengikuti Pawai Obor menyambut Ramadan 1447 H di Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Langit Kota Pontianak menampilkan pemandangan langka yang sarat makna toleransi, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Fokus RKPD 2027, Edi Rusdi Kamtono Prioritaskan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Infrastruktur

Cahaya obor yang dibawa ribuan umat Muslim untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah bersanding mesra dengan pendar lampion merah dan dentum kembang api perayaan malam Tahun Baru Imlek.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut momentum bertemunya dua perayaan besar ini sebagai wajah toleransi yang hidup dan nyata di Kota Khatulistiwa.

Pawai obor yang berpusat di halaman Masjid Raya Mujahidin serta kawasan Jalan Karet berjalan kondusif di tengah keriuhan warga yang merayakan malam pergantian tahun Imlek di kawasan Jalan Gajahmada.

“Ini adalah kegiatan budaya, keagamaan, dan religi. Komitmen kita menyambut bulan suci Ramadan harus kita laksanakan dengan lebih baik. Tapi pada saat yang sama, kita juga menghormati saudara-saudara kita yang merayakan Imlek,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai mengikuti pawai obor di Masjid Raya Mujahidin.

Edi menekankan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol semangat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih.

Ia mengimbau seluruh warga untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan menunjukkan akhlak Islami dalam berinteraksi di tengah keberagaman kota.

“Tunjukkan bahwa kita umat Islam yang berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis. Jaga ukhuwah Islamiyah, jaga keselamatan, jangan sampai merusak. Kita ingin semua kegiatan berjalan lancar dan kita bisa kembali ke rumah dengan aman,” pesannya.

Di tempat terpisah, Festival Pawai Obor 2026 juga memeriahkan Kecamatan Pontianak Barat. Ratusan peserta berparade dari Jalan Karet menuju GOR Bulu Tangkis Jalan Tabrani Ahmad.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menilai tradisi ini memiliki daya tarik pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal yang kuat.

Baca Juga: Ibis Pontianak Tawarkan Paket Iftar “Kampoeng Melayu” Seharga Rp160 Ribu