Faktakalbar.id, CALIFORNIA – Amerika Serikat (AS) mengambil langkah revolusioner dalam modernisasi pertahanan dan energi.
Sebuah reaktor nuklir generasi terbaru, Ward 250, diterbangkan menggunakan pesawat angkut militer C-17 Globemaster III dari Pangkalan Udara Cadangan March, California, menuju Pangkalan Angkatan Udara Hill di Utah, Selasa (17/2/2026).
Baca Juga: Amerika Serikat Pimpin Daftar Negara Dengan Utang Tertinggi
Misi pengangkutan ini bukan sekadar logistik biasa, melainkan tonggak dimulainya “renaisans nuklir” Amerika.
Reaktor berkapasitas 5 megawatt ini—yang ukurannya cukup ringkas untuk masuk ke dalam kargo pesawat—diklaim mampu mengalirkan listrik bagi sekitar 5.000 rumah tangga.
Namun, bagi militer, nilainya jauh lebih strategis: kemandirian energi.
Reaktor ini akan menjalani pengujian dan evaluasi di Laboratorium Energi San Rafael, Utah.
Tujuannya adalah memastikan pangkalan militer AS dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik sipil yang rentan.
Selain itu, teknologi ini memungkinkan pasukan AS menggelar operasi di luar negeri tanpa khawatir akan pasokan bahan bakar yang bisa diputus musuh.
Undersecretary of War untuk Akuisisi dan Keberlanjutan, Michael P. Duffey, menyebut kemitraan antara Departemen Perang (Department of War) dan Departemen Energi ini krusial untuk menopang peperangan masa depan yang boros energi, seperti pusat data AI, senjata energi terarah (directed-energy weapons), hingga infrastruktur siber.
“Mendukung peperangan generasi berikutnya menuntut kita bergerak lebih cepat dari musuh. Kita membangun sistem yang tidak hanya melengkapi prajurit untuk bertempur, tetapi untuk menang dengan kecepatan luar biasa,” tegas Duffey.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Donald J. Trump yang pada 23 Mei 2025 lalu menandatangani empat perintah eksekutif untuk merombak lanskap energi nuklir Amerika.
Sekretaris Energi Chris Wright optimis bahwa AS sedang memacu kembali inovasi nuklirnya dengan melibatkan modal swasta dan tekad baja.
















