Pernahkah Anda merasa lebih mudah marah atau tersinggung saat sedang lelah? Itu adalah sinyal bahwa emosi Anda sudah berada di titik jenuh.
Kurangnya istirahat membuat regulasi emosi di otak terganggu.
Dengan mengambil waktu untuk benar-benar lepas dari tuntutan luar, Anda memberikan ruang bagi diri sendiri untuk kembali tenang.
Istirahat total membantu menurunkan tingkat kecemasan, memperbaiki suasana hati (mood), dan memungkinkan Anda berinteraksi dengan orang lain secara lebih positif dan sabar.
4. Memacu Kreativitas yang Tertunda
Banyak ide hebat lahir bukan saat seseorang sedang bekerja keras di depan meja, melainkan saat mereka sedang bersantai.
Kreativitas membutuhkan ruang dan ketenangan untuk bisa muncul ke permukaan.
Saat Anda mengistirahatkan pikiran secara total, Anda mengaktifkan jaringan otak yang disebut default mode network.
Jaringan ini bekerja saat kita melamun atau beristirahat, menghubungkan ide-ide yang sebelumnya tampak tidak berkaitan menjadi sebuah inovasi baru.
Istirahat bukanlah penghambat kemajuan, melainkan bahan bakar bagi ide-ide kreatif Anda selanjutnya.
Bagaimana Cara Memulainya?
Istirahat total tidak harus mahal atau dilakukan dengan pergi ke tempat yang jauh.
Anda bisa memulainya dengan:
- Mematikan semua notifikasi pekerjaan selama satu hari penuh.
- Menghabiskan waktu di alam tanpa gangguan kamera ponsel.
- Melakukan hobi yang benar-benar membuat Anda bahagia tanpa memikirkan hasilnya.
Ingatlah bahwa istirahat adalah hak dasar setiap manusia dan kebutuhan biologis yang mutlak.
Dengan memberi diri sendiri waktu untuk berhenti, Anda sebenarnya sedang menyiapkan langkah yang lebih kuat untuk hari esok.
Baca Juga: 5 Rutinitas Akhir Minggu agar Senin Lebih Produktif dan Bebas Stres
(Mira)
















