5 Buku yang Wajib Dibaca Kamu sebagai Jurnalis: Mempertajam Pena dan Nalar

"Ingin meningkatkan skill menulis dan investigasi? Simak 5 buku wajib jurnalis ini untuk mempertajam insting berita, etika, dan teknik storytelling kamu"
Ingin meningkatkan skill menulis dan investigasi? Simak 5 buku wajib jurnalis ini untuk mempertajam insting berita, etika, dan teknik storytelling kamu (Dok. Ist)

Mengapa wajib baca:

Bagi jurnalis yang ingin menulis feature atau laporan mendalam yang tidak membosankan, buku ini adalah referensi terbaik.

Capote mengajarkan bagaimana melakukan wawancara mendalam, mengamati detail suasana, dan merangkai fakta kering menjadi cerita yang emosional dan hidup tanpa melebih-lebihkan fakta.

4. On Writing Well — William Zinsser

William Zinsser bukanlah seorang teoretisi yang rumit, melainkan praktisi yang percaya pada kesederhanaan.

Buku ini membahas panduan menulis non-fiksi yang jernih, padat, dan enak dibaca.

Mengapa wajib baca:

Penyakit utama banyak penulis adalah penggunaan kata-kata yang berlebihan (clutter).

Zinsser akan melatihmu untuk memangkas kalimat yang tidak perlu, memilih kata kerja yang kuat, dan menghindari jargon yang membingungkan pembaca.

Prinsip utamanya: tulisan yang baik adalah tulisan yang sederhana.

5. “Agama” Saya Adalah Jurnalisme — Andreas Harsono

Untuk konteks Indonesia dan Asia Tenggara, antologi tulisan Andreas Harsono ini sangat krusial.

Buku ini mengumpulkan esai-esai tajam mengenai standar jurnalisme, kebebasan pers, dan tantangan peliputan di wilayah yang kompleks.

Mengapa wajib baca:

Buku ini memberikan perspektif lokal dengan standar global.

Kamu akan diajak merenungkan kembali elemen-elemen jurnalisme naratif, etika meliput isu sensitif seperti agama dan etnis, serta sejarah pers di tanah air.

Ini adalah pengingat bahwa jurnalisme yang baik bisa membawa perubahan sosial.

Baca Juga: Layar Lebar vs Halaman Buku: 5 Perbedaan Mencolok Film ‘Sang Penari’ dan Novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’

(Mira)