5 Buku yang Wajib Dibaca Kamu sebagai Jurnalis: Mempertajam Pena dan Nalar

"Ingin meningkatkan skill menulis dan investigasi? Simak 5 buku wajib jurnalis ini untuk mempertajam insting berita, etika, dan teknik storytelling kamu"
Ingin meningkatkan skill menulis dan investigasi? Simak 5 buku wajib jurnalis ini untuk mempertajam insting berita, etika, dan teknik storytelling kamu (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Jurnalisme bukan sekadar pekerjaan menulis berita; ini adalah seni menyampaikan kebenaran, keterampilan verifikasi, dan kemampuan bercerita (storytelling) yang mampu menggerakkan publik.

Di tengah era digital yang serba cepat, kembali membaca buku-buku fundamental adalah cara terbaik untuk menjaga integritas dan kualitas tulisan.

Baik kamu seorang jurnalis pemula (cub reporter) maupun editor senior, 5 buku ini adalah nutrisi intelektual yang tidak boleh dilewatkan.

1. The Elements of Journalism — Bill Kovach & Tom Rosenstiel

Baca Juga: Menelisik 6 Fakta di Balik Buku “Kami (Bukan) Sarjana Kertas” Karya J.S. Khairen

Buku ini sering dianggap sebagai “kitab suci” bagi jurnalis di seluruh dunia.

Bill Kovach dan Tom Rosenstiel merumuskan prinsip-prinsip dasar yang membedakan jurnalisme dari bentuk komunikasi lainnya.

Mengapa wajib baca:

Buku ini mengajarkan bahwa kewajiban utama jurnalisme adalah pada kebenaran dan loyalitas pertamanya adalah kepada warga.

Di dalamnya dibahas konsep penting seperti journalism of verification dan independensi dari faksi manapun.

Ini adalah fondasi etika yang akan menjagamu tetap di jalur yang benar saat menghadapi dilema di lapangan.

2. All the President’s Men — Bob Woodward & Carl Bernstein

Ini adalah kisah nyata di balik liputan investigasi paling terkenal dalam sejarah: skandal Watergate yang menjatuhkan Presiden AS Richard Nixon.

Ditulis oleh dua wartawan The Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein.

Mengapa wajib baca:

Buku ini adalah masterclass dalam jurnalisme investigasi.

Kamu akan belajar tentang ketekunan (persistence), bagaimana membangun hubungan dengan narasumber anonim (Deep Throat), dan pentingnya memverifikasi setiap potong informasi sekecil apa pun sebelum diterbitkan.

3. In Cold Blood — Truman Capote

Meskipun ini adalah kisah kriminal nyata, Truman Capote menulisnya dengan gaya novel yang memikat.

Buku ini dianggap sebagai pelopor genre non-fiksi naratif atau yang dikenal sebagai New Journalism.