“Tantangannya memang alam, setiap bulan 12 di desa ini banjir besar. Tahun lalu ikan bandeng dan nila berhamburan keluar kolam, begitu juga melon yang mati sebelum siap panen. Namun, melon yang dihasilkan rasanya sangat manis meski tumbuh di air payau,” ungkap Muhamad Yani Melik.
Baca Juga: Simpan 30 Paket, Pengedar Sabu di Teluk Keramat Diringkus Satresnarkoba Polres Sambas
Dosen Pembimbing PPM, Fatmawati, menjelaskan terdapat tiga program utama dalam kolaborasi ini. Pertama adalah pemberian bantuan enam ribu bibit ikan nila dan bandeng.
Kedua, kolaborasi dengan PKK Desa Lambau untuk pengembangan ratusan bibit tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe dan bawang dayak. Ketiga, pembuatan 15 plang penanda RT untuk menata administrasi wilayah.
Salah satu mahasiswa PPM, Wira, mendorong agar Desa Lambau tidak hanya menjual hasil mentah, tetapi juga mulai mengembangkan produk olahan seperti bandeng presto.
Hal ini dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekaligus menjadi oleh-oleh khas baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat.
(FR)
















