Faktakalbar.id, SANGGAU – Musibah Kebakaran Ruko melanda wilayah Dusun Bahta, Desa Bahta, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, pada Minggu (8/2/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menghanguskan dua unit bangunan yang difungsikan sebagai kios Pertalite, pangkas rambut, dan toko sembako milik warga bernama Karnaen (47).
Baca Juga: Kebakaran Intan Market Sintang: Pengunjung Terobos Asap Pekat, Petugas Terpaksa Bobol Tembok
Kronologi kejadian bermula saat asap tebal terlihat mengepul dari bagian bawah ruko. Karnaen bersama dua saksi mata, Diki Kurniawan (25) dan Sopian (51), menyadari bahaya tersebut saat api dengan cepat berubah menjadi kobaran besar.
Material bangunan yang mayoritas terbuat dari bahan mudah terbakar membuat api merambat cepat ke bangunan di sebelahnya.
Kepanikan sempat terjadi di lokasi kejadian saat api terus meluas. Warga sekitar segera bahu-membahu menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dievakuasi sembari berusaha menahan laju api.
Sekitar pukul 08.15 WIB, upaya pemadaman awal dilakukan menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena api semakin membesar akibat adanya bahan mudah terbakar di dalam ruko, warga akhirnya bergotong royong menggunakan mesin pompa air (mesin Robin) untuk menyedot air dari sungai terdekat sebagai sumber pemadaman darurat.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.30 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp800 juta. Dua bangunan beserta sebagian besar isinya hangus tak tersisa.
Kapolsek Bonti, Iptu Erpan Yudi Asmara, menjelaskan dugaan penyebab insiden tersebut berdasarkan pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta keterangan saksi.
“Kami menduga api dipicu oleh hubungan arus pendek listrik yang kemudian menimbulkan percikan dan menyambar material yang mudah terbakar. Namun, untuk memastikan penyebab pastinya, kami masih berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Sanggau,” ujar Iptu Erpan.
Ia menambahkan, faktor keberadaan bahan bakar Pertalite dan tabung gas LPG di dalam kios turut mempercepat penyebaran api, sehingga sulit dikendalikan pada fase awal.
















