“Di satu sisi masyarakat Tionghoa tetap menjalankan tradisinya, sementara umat Muslim menyambut Ramadan dengan kegiatan keagamaan. Semuanya berlangsung dalam ruang kota yang sama dan saling menghormati,” tuturnya.
Meski kemeriahan tetap terjaga, panitia tetap melakukan pembatasan teknis. Karnaval naga tahun ini difokuskan hanya pada atraksi di depan panggung utama guna menjaga ketertiban umum di tengah aktivitas masyarakat yang mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Sambut Imlek 2577, Pemkot Pontianak Pusatkan Pesta Kembang Api di Jalan Gajah Mada
Tjhang Sau Khiu, seorang warga yang merayakan Imlek, mengaku sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah yang tetap mengizinkan tradisi naga berjalan. Menurutnya, keterlibatan aktif semua pihak dalam menjaga keamanan akan semakin memperkuat potensi wisata Kota Pontianak di masa depan.
“Kami merasa dihargai karena tradisi Imlek tetap bisa dirayakan. Di sisi lain, kami juga ikut menjaga agar perayaan tidak mengganggu ibadah Ramadan,” ungkap Tjhang Sau Khiu.
Sinergi antara kegiatan budaya dan agama ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kota sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah melalui sektor pariwisata.
(Natash)
















