Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi sebagian orang, Sabtu pagi adalah waktu untuk bermalas-malasan di tempat tidur.
Namun, bagi banyak orang lainnya, Sabtu adalah hari “sakral” untuk membereskan rumah.
Ternyata, dorongan untuk mencuci baju, menyapu lantai, atau menata ulang rak buku di hari Sabtu bukan sekadar kewajiban rumah tangga.
Ada alasan psikologis yang kuat mengapa aktivitas fisik ini justru membuat perasaan menjadi lebih lega dan bahagia.
Baca Juga: Kenapa Sabtu Adalah Hari Paling Ideal untuk Me Time? Ini Alasannya
Membersihkan rumah sering kali berbanding lurus dengan “membersihkan” pikiran. Lantas, mengapa aktivitas ini sangat efektif dilakukan di hari Sabtu? Berikut adalah 5 alasannya.
1. Memberikan Rasa Kendali (Sense of Control)
Setelah lima hari kerja di mana banyak hal terjadi di luar kendali kita tenggat waktu mendadak, kemacetan, atau drama kantor otak manusia mendambakan kepastian.
Membereskan rumah memberikan rasa kendali penuh yang instan.
Anda bisa melihat hasil nyata dari usaha Anda: lantai yang kotor menjadi bersih, piring yang menumpuk menjadi rapi.
Sensasi micro-achievement ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda mampu mengendalikan lingkungan Anda, yang secara efektif meredakan kecemasan atau anxiety.
2. Mengurangi “Kebisingan” Visual
Rumah yang berantakan menciptakan stimulasi visual yang berlebihan.
Otak terus-menerus memproses tumpukan barang yang tidak pada tempatnya, yang secara tidak sadar meningkatkan kadar kortisol (hormon stres).
Melakukan decluttering atau menyingkirkan barang yang tidak perlu di hari Sabtu berarti mengistirahatkan mata dan pikiran Anda.
Ruang yang rapi memberikan efek menenangkan, membuat istirahat di hari Minggu menjadi jauh lebih berkualitas.
3. Bentuk Meditasi Bergerak (Mindfulness)
Percaya atau tidak, mencuci piring atau melipat pakaian bisa menjadi bentuk meditasi.
















