“Kalau tiang sudah lama berdiri di tanah warga, lalu mau dipindahkan dan warga masih dibebani biaya, itu tidak adil. Seharusnya ada ganti rugi atau kompensasi,” tambahnya.
Rizal mendesak pemerintah daerah dan penyedia layanan untuk segera merapikan Kabel Semrawut tersebut. Untuk jangka panjang, ia menyarankan penerapan sistem kabel tanam (underground) agar kota terlihat lebih modern.
“Ke depan, jangan lagi ada kabel berseliweran di udara. Kota akan jauh lebih rapi, aman, dan modern,” katanya.
Respons Telkom Indonesia
Menanggapi keluhan tersebut, Management Specialist Telkom Indonesia, Marcelina Lydia Fortuna Dewi Simamora, memberikan respons positif.
Pihaknya mengapresiasi masukan yang diberikan dan berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan di lapangan.
“Terima kasih atas atensi dan informasi yang telah disampaikan. Hal ini sangat membantu kami untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya pelanggan kami,” ungkap Marcelina melalui pesan singkat.
Telkom memastikan akan segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jaringan kabel mereka demi keamanan dan kenyamanan publik.
“Kami akan melakukan perbaikan dan penataan kabel agar lebih rapi dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Masukan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” pungkasnya.
(Reni)
















