Fenomena kesehatan belakangan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: ruang gawat darurat semakin sering menerima pasien usia produktif, bahkan di usia 20-an, dengan serangan stroke.
Gaya hidup modern yang serba instan, tingkat stres tinggi, dan pola aktivitas yang minim gerak menjadi “bahan bakar” utama yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.
Namun, risiko ini sebenarnya bisa ditekan secara drastis tanpa harus menunggu usia senja.
Baja Juga: Waspada, Stroke Kini Mengintai Usia Muda! Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Berikut adalah 4 langkah krusial yang bisa dilakukan mulai hari ini untuk investasi kesehatan jangka panjang:
1.”Revisi” Isi Piring: Waspada Garam dan Gula Tersembunyi
Musuh terbesar pembuluh darah anak muda saat ini sering kali bersembunyi dalam kemasan yang menarik.
Makanan ultra-processed seperti keripik, frozen food, dan makanan instan biasanya tinggi natrium (garam) yang memicu hipertensi.
Tak hanya itu, tren minuman kekinian yang tinggi gula juga berkontribusi pada risiko diabetes dan peradangan kronis dinding arteri.
Mulailah membatasi asupan keduanya dan perbanyak konsumsi makanan utuh (real food).
2. Putus Hubungan dengan Budaya “Mager”
Duduk adalah “rokok baru”.
Bekerja di depan laptop seharian yang dilanjutkan dengan scrolling ponsel saat istirahat membuat aliran darah melambat.
Kondisi sedentari ini memicu penumpukan plak atau aterosklerosis.
Targetnya sederhana: usahakan bergerak aktif minimal 30 menit sehari.
Tidak harus olahraga berat, cukup dengan jalan cepat, naik tangga, atau peregangan ringan di sela-sela jam kerja.
3. Jangan Agungkan Hustle Culture, Tidur itu Penting!
Banyak anak muda terjebak dalam budaya gila kerja (hustle culture) hingga mengorbankan waktu istirahat.
Padahal, kurang tidur dan stres kronis memicu tubuh memproduksi hormon kortisol berlebih yang dapat meningkatkan tekanan darah secara permanen.
Pastikan tubuh mendapatkan hak istirahatnya dengan tidur berkualitas 7-8 jam per malam.
4. Rutin “Intip” Angka Kesehatan
Jangan berasumsi tubuh sehat hanya karena merasa bugar.
Hipertensi dan kolesterol tinggi sering kali tidak bergejala (silent killer) hingga serangan terjadi.
Lakukan medical check-up minimal setahun sekali untuk memantau tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Mengetahui angka ini sejak dini memberi peluang untuk melakukan pencegahan sebelum terlambat.
Baja Juga: Bebas Nyeri di Pagi Hari: 5 Ide Menu Sarapan Aman untuk Penderita Asam Urat
(Mira)
















