Terapkan Strategi 4K, Pontianak Catat Inflasi Year on Year Terendah se-Kalbar per Januari 2026

Ilustrasi tumpukan cabai. Pontianak catat Inflasi Terendah se-Kalbar per Januari 2026 sebesar 2,74 persen. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Ilustrasi tumpukan cabai dan sayur di pasar tradisional. Pontianak catat Inflasi Terendah se-Kalbar per Januari 2026 sebesar 2,74 persen. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kota Pontianak berhasil mencatatkan kinerja ekonomi yang positif di awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Pontianak menjadi daerah dengan tingkat Inflasi Terendah se-Kalbar secara tahunan (year on year) pada Januari 2026, yakni sebesar 2,74 persen.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Kemendagri dan BPS Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem serta Lonjakan Harga Cabai Rawit

Selain inflasi tahunan yang terkendali, inflasi bulanan (month to month) Januari 2026 tercatat rendah di angka 0,07 persen, selaras dengan inflasi tahun kalender (year to date) yang juga berada pada posisi 0,07 persen.

Bahasan menjelaskan, capaian sebagai daerah dengan Inflasi Terendah se-Kalbar ini tidak terlepas dari penerapan strategi 4K yang konsisten dilakukan Pemerintah Kota Pontianak, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Strategi 4K menjadi fokus utama kami. Mulai dari pemantauan harga dan stok bahan pokok di pasar rakyat, pelaksanaan operasi pasar, hingga penyebaran informasi harga secara berkala kepada masyarakat,” jelas Bahasan.

Meski angka inflasi masih dalam rentang target sasaran, Bahasan menegaskan bahwa kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).