Mossad mondar-mandir. Pasukan AS ditambah. Diplomasi diberi oksigen sebentar, lalu dicekik lagi. Negosiasi nuklir dijadwalkan, tapi kapal perang sudah meluncur duluan. Ini diplomasi ala Israel, berbicara sambil mengokang senjata.
Juni 2025, Israel menyerang Iran dua belas hari, menghantam situs militer, nuklir, dan infrastruktur sipil. Ilmuwan tewas, komandan tumbang. Iran membalas. Amerika ikut nimbrung. Negosiasi bubar.
Dunia pura-pura terkejut, lalu kembali ke rutinitas lama. Israel memukul, Barat membela, korban dihitung seperti angka di laporan cuaca.
Di tengah absurditas global ini, Indonesia justru mencoba berdiri di jalur moral. Majelis Ulama Indonesia bersama PBNU dan Muhammadiyah menyatakan dukungan atas keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto pada 3 Februari 2026.
Tapi dukungan itu tidak kosong. Ada syarat tegas. Keikutsertaan Indonesia harus membawa kemaslahatan umat dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ini penting. Karena, di dunia yang logikanya sudah dibajak, sikap seperti ini terasa seperti air di padang pasir.
Sementara itu, Netanyahu masih bebas bicara. Bebas memerintah. Padahal, ICC sudah mengeluarkan surat penangkapan sejak November 2024. Tuduhannya kejahatan perang, kelaparan sebagai senjata, pembunuhan sipil. Bandingnya ditolak.
Baca Juga: Eksperimen di Atas Genosida: Mengungkap Sisi Bisnis di Balik Penjajahan Israel di Palestina
Statusnya Februari 2026, buronan internasional. Tapi kalau dia maling sandal, mungkin sudah lama digebuki warga. Karena dia pemimpin Israel, hukum internasional berubah jadi hiasan dinding.
Inilah wajah dunia hari ini. Israel bukan cuma menjajah tanah, tapi juga menjajah akal sehat global.
Gaza disuruh diam, Palestina disuruh hilang, Amerika disuruh patuh. Kalau darahmu belum mendidih membaca ini, mungkin karena bomnya belum jatuh di halaman rumahmu.
Oleh: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
*Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi atau kebijakan redaksi.
















