“Kalau kita enggak cegah, kita bisa kemarin tuh ke (arah krisis) 1998, dan itu riil. Karena kebijakannya salah semua pada waktu itu, atau ada salah komunikasi,” tegasnya.
Ungkit Insiden Penjarahan Rumah Sri Mulyani
Untuk memperkuat argumennya mengenai betapa buruknya situasi yang telah berhasil ia tangani, Purbaya kembali mengungkit peristiwa traumatis yang menimpa pendahulunya.
Ia menyebut insiden penyerbuan dan penjarahan rumah mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, oleh massa demonstran sebagai bukti nyata kegentingan situasi saat itu.
“Bahkan Menteri Keuangan kami yang sebelumnya diserbu, sampai rumahnya diserbu. Jadi keadaan amat genting,” paparnya.
Purbaya menegaskan bahwa kondisi “normal” yang dirasakan saat ini adalah hasil koordinasi ketat antara pemerintah dan DPR dalam memulihkan kepercayaan pasar dan masyarakat pasca-konflik. Ia meminta agar upaya pemulihan dari titik nol tersebut tidak dinihilkan oleh narasi yang menyebut pemerintah tidak bekerja.
Baca Juga: Purbaya ‘Bersih-bersih’, Kepala Kanwil Pajak Jakarta Utara Dicopot Imbas OTT Anak Buah
(Mira)
















