“Kami telah mengerahkan sembilan personel SAR Dit Samapta dengan dukungan peralatan lengkap, termasuk kendaraan khusus Karhutla dan mesin pompa portabel. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan titik api di Rasau Jaya benar-benar padam hingga ke lapisan dalam tanah melalui proses pendinginan,” ujar Bambang.
Dalam proses Penanganan Karhutla Kubu Raya ini, kepolisian tidak hanya fokus pada pemadaman fisik, tetapi juga upaya pencegahan melalui imbauan kepada masyarakat.
Warga diminta untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering saat ini.
Bambang juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian kebakaran lahan.
Hal ini sangat krusial untuk mencegah jatuhnya korban akibat dampak asap, sebagaimana insiden yang sempat terjadi pada hari yang sama.
“Kami meminta kerja sama semua pihak. Jika melihat kepulan asap, segera lapor petugas terdekat agar bisa langsung ditangani sebelum meluas dan membahayakan kesehatan masyarakat, seperti yang menimpa salah satu santriwati kita hari ini,” pungkas Bambang.
Baca Juga: Polsek Sekayam Verifikasi Dua Titik Panas di Desa Pengadang guna Cegah Karhutla
(*Red)
















