Bukan Sekadar Tanaman Berduri: 5 Fakta Ilmiah Kaktus yang Jarang Diketahui

"Pikir kaktus cuma tanaman gurun yang membosankan? Salah besar! Simak 5 fakta ilmiah dan unik soal kaktus, dari napas malam hingga buah naga, di sini."
Pikir kaktus cuma tanaman gurun yang membosankan? Salah besar! Simak 5 fakta ilmiah dan unik soal kaktus, dari napas malam hingga buah naga, di sini. (Dok. Ist)
  • Mengurangi Penguapan: Daun lebar mempercepat hilangnya air. Dengan bentuk jarum, luas permukaan berkurang drastis sehingga air di dalam batang tetap terjaga.
  • Proteksi: Melindungi diri dari hewan herbivora yang haus dan lapar di gurun.

2. “Bernapas” di Malam Hari (Fotosintesis CAM)

Tanaman pada umumnya “bernapas” (membuka stomata) di siang hari untuk mengambil karbon dioksida.

Namun, jika kaktus melakukan ini di tengah gurun yang terik, mereka akan mati kekeringan karena cairan  tubuhnya menguap.

Kaktus memiliki strategi unik yang disebut Metabolisme Asam Crassulacean (CAM).

Mereka menahan napas di siang hari dan baru membuka pori-pori stomata saat udara dingin di malam hari untuk mengambil karbon dioksida. Inilah sebabnya kaktus sangat cocok diletakkan di kamar tidur karena mereka melepas oksigen saat malam.

3. Tidak Semua Kaktus Hidup di Gurun

Mitos terbesar soal kaktus adalah mereka hanya hidup di gurun pasir.

Faktanya, kaktus memiliki habitat yang sangat beragam.

Ada jenis kaktus yang hidup secara epifit (menempel pada pohon lain) di hutan hujan tropis yang lembap, seperti Christmas Cactus (Schlumbergera).

Jenis ini justru tidak tahan panas terik dan lebih menyukai lingkungan teduh dengan kelembapan tinggi, mirip dengan anggrek.

4. Gudang Air Raksasa

Batang kaktus yang tebal bukan berisi kayu, melainkan jaringan spons yang berfungsi sebagai reservoir air. Kaktus Saguaro (Carnegiea gigantea), spesies ikonik di Amerika Utara, mampu menyerap dan menyimpan ribuan liter air setelah hujan badai.

Kemampuan ini membuat batang mereka bisa mengembang dan menyusut seperti akordeon, tergantung pada ketersediaan air di lingkungannya.

5. Buah Naga Adalah Kaktus

Pernahkah Anda menikmati segarnya buah naga? Tahukah Anda bahwa buah tersebut berasal dari tanaman kaktus?

Buah naga (Dragon fruit) dihasilkan oleh kaktus dari genus Hylocereus dan Selenicereus.

Selain buah naga, kaktus Prickly Pear (Opuntia) juga sangat populer di Meksiko.

Batangnya yang pipih (disebut Nopales) sering dimasak sebagai sayuran, sementara buahnya dijadikan selai atau minuman segar.

Kaktus bukan sekadar tanaman hias yang estetik, melainkan mahakarya evolusi alam.

Kemampuannya beradaptasi di lingkungan ekstrem mengajarkan kita tentang ketahanan dan efisiensi.

Jadi, apakah Anda sudah siap menambah koleksi kaktus di meja kerja Anda?

Baca Juga: 3 Hal yang Bikin Hidup Lebih Bahagia Hanya dengan Membeli Bunga

(Mira)