Jerman Siap Beli 3 Frigat MEKO A-200, Antisipasi Keterlambatan Program F-126

Frigat kelas MEKO A-200 sedang melakukan manuver di laut lepas di bawah langit cerah. (Dok. Ist)
Frigat kelas MEKO A-200 sedang melakukan manuver di laut lepas di bawah langit cerah. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, BERLIN – Pemerintah Jerman tengah bersiap untuk mengakuisisi setidaknya tiga unit frigat MEKO A-200 untuk memperkuat Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas penundaan yang terus memengaruhi program frigat F-126, Senin (02/2/2026).

Baca Juga: PT PAL Siap Gelar Sea Trials Kapal Selam Otonom Berbasis AI Tahun 2026

Kapal-kapal perang tersebut rencananya akan dibangun oleh Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS).

Pengiriman unit pertama dijadwalkan mulai tahun 2029 di bawah kerangka pengadaan paralel yang telah disetujui oleh otoritas anggaran parlemen.

Berdasarkan perencanaan yang sedang dibahas, harga satuan indikatif untuk kapal ini mencapai sekitar €1 miliar per kapal.

Otoritas parlemen telah menerima informasi mengenai kesepakatan awal ini, sementara pekerjaan menuju kontrak yang mengikat terus berlanjut di dalam pemerintahan federal.

Keputusan ini tidak lepas dari kesulitan yang dihadapi program frigat kelas Niedersachsen F-126 yang mengalami penundaan jadwal bertahun-tahun.

Guna memitigasi risiko kekurangan kemampuan tempur, komite anggaran Jerman menyetujui dana sebesar €7,8 miliar pada tahun 2025 untuk jalur pengadaan alternatif ini.

Secara teknis, Frigat MEKO A-200 memiliki panjang 121 meter dengan bobot perpindahan penuh sekitar 3.950 ton dan diawaki oleh 125 personel.

Baca Juga: Pasca Operasi Caracas, Kapal Induk Nuklir AS Pamer Kekuatan di Laut China Selatan

Kapal ini mengandalkan sistem propulsi CODAG-WARP yang menggabungkan mesin diesel dan turbin gas, memungkinkannya melaju dengan kecepatan maksimum melebihi 29 knot.

Selain performa, kapal ini dirancang dengan fitur siluman (stealth) yang canggih.

Geometri lambungnya yang berbentuk X dirancang untuk meminimalkan pantulan radar, serta penghapusan cerobong asap konvensional untuk mengurangi jejak inframerah.

Sebagai informasi, subfamili MEKO A-200 telah digunakan secara global, antara lain oleh Angkatan Laut Afrika Selatan, Aljazair, dan Mesir.

(FR)