Malaysia juga kebagian drama. Anwar Ibrahim ditarik dari arsip 2012. Satu email basi menyebut rencana pertemuan dengan orang bank Amerika. Epstein pamer sok dekat.
Anwar langsung bantah, tidak kenal, tidak pernah bertemu, tidak ada foto, tidak ada tiket, tidak ada dosa. Tapi di dunia hoaks, satu email lebih sakti dari seribu klarifikasi. Ironi kosmik, tokoh reformasi dijadikan figuran film konspirasi murahan.
Amerika menutup dengan klimaks sinetron. Mira Nair, sutradara besar, ibu dari Zohran Mamdani, walikota New York yang baru. Email 2009, Mira hadir di after-party film di rumah Ghislaine Maxwell. Itu saja.
Tidak ada kejahatan. Tidak ada bukti. Tapi massa sudah siap garpu dan obor. Demo turun, “Kami tahu tentang ibumu!” teriakan paling absurd dalam sejarah demokrasi. Di era ini, dosa sosial lebih berat dari dosa pidana.
Maka berdirilah kita di depan gunung kertas 3,5 juta halaman. DOJ bilang transparan. Publik bilang sandiwara. Korban marah. Elite berkeringat. Netizen pesta. File Epstein bukan jawaban, ia mesin pembangkit kecurigaan. Ia cermin raksasa, memantulkan ketakutan, kebodohan, dan kenikmatan kita menuduh tanpa bukti.
Percayalah, batch berikutnya pasti datang. Siapa tahu, di halaman ke-sejuta, tersembunyi rahasia terbesar umat manusia… atau cuma kuitansi bayar koptagul di warkop Asiang lagi.
Oleh: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
*Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi atau kebijakan redaksi.











