CEO Danantara: Investor Asing Berpeluang Miliki Saham Bursa Efek Indonesia

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut demutualisasi Bursa Efek Indonesia buka peluang bagi investor asing dan SWF untuk memiliki saham BEI. (Dok. Ist)
CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut demutualisasi Bursa Efek Indonesia buka peluang bagi investor asing dan SWF untuk memiliki saham BEI. (Dok. Instagram/@rosanroeslani)

Baca Juga: Fundamental Ekonomi Indonesia Solid di Tengah IHSG Anjlok, Airlangga Pastikan Ketahanan Terjaga

Pihaknya belum menentukan besaran angka pasti mengenai persentase saham yang akan diambil jika nantinya memutuskan untuk berinvestasi.

“Mengenai demutualisasi kita akan mempelajari terlebih dahulu seberapa persen kita ingin masuk. Kan kita juga tentunya lihat kriteria-kriteria pada saat kita masuk, dan berinvestasi,” jelas Rosan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan lembaga investasi negara dalam bursa efek merupakan standar global dalam pengelolaan pasar modal modern.

“Kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini Sovereign Wealth Fund-nya itu kan memang ikut ya range-nya bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 persen, ada yang lebih dari itu ya,” tambahnya.

Melalui demutualisasi ini, diharapkan potensi benturan kepentingan antara perusahaan sekuritas dan pengelola bursa dapat ditekan, sehingga pasar modal Indonesia menjadi lebih kompetitif di tingkat internasional.

(*Red)