Air Sungai Retok Tercemar, Warga Keluhkan Gatal-Gatal Saat Mandi

Penampakan aliran air Sungai Retok yang tampak berwarna cokelat pekat dan keruh, menjadi sumber utama penyakit kulit bagi warga di perbatasan Kubu Raya dan Landak.
Penampakan aliran air Sungai Retok yang tampak berwarna cokelat pekat dan keruh, menjadi sumber utama penyakit kulit bagi warga di perbatasan Kubu Raya dan Landak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Kondisi air Sungai Retok yang melintasi Kabupaten Kubu Raya dan berbatasan dengan Kabupaten Landak, dilaporkan semakin memprihatinkan.

Tingkat kekeruhan air yang tinggi kini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat di sepanjang aliran sungai tersebut.

Baca Juga: DPRD Kayong Utara Tinjau Dugaan Pencemaran Sungai Siduk di Desa Riam Berasap Jaya

Pencemaran Sungai Retok ini sebenarnya bukan masalah baru bagi warga setempat. Fenomena air keruh tersebut diketahui telah berlangsung sejak tahun 2025 dan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.

Dampak Kesehatan dan Kebutuhan Harian Masyarakat

Masyarakat setempat masih sangat bergantung pada aliran sungai ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Aliran sungai digunakan sebagai sumber utama untuk mencuci pakaian, mencuci piring, hingga mandi. Akibat kondisi air yang tidak layak, banyak warga mulai mengeluhkan masalah kesehatan.

Kondisi ini semakin memburuk ketika memasuki musim kemarau panjang. Intensitas hujan yang rendah menyebabkan air sungai semakin pekat dan keruh, sehingga konsentrasi polutan di dalam air diduga meningkat.