Mengapa Orang Narsistik Cenderung Lebih Cepat Kaya? Rahasia Psikologi di Balik Kesuksesan Finansial

"Benarkah narsisme mempermudah jalan menuju kekayaan? Temukan alasan ilmiah mengapa sifat narsistik sering kali memicu kesuksesan finansial lebih cepat."
Benarkah narsisme mempermudah jalan menuju kekayaan? Temukan alasan ilmiah mengapa sifat narsistik sering kali memicu kesuksesan finansial lebih cepat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sering kali kita melihat sosok di puncak hierarki bisnis atau media sosial yang tampak begitu memuja diri sendiri, namun di saat yang sama, pundi-pundi kekayaan mereka terus melimpah.

Muncul pertanyaan: apakah narsisme adalah “tiket emas” menuju kekayaan?

Secara psikologis, narsisme sering kali dipandang negatif dalam hubungan sosial.

Namun, dalam dunia kompetisi ekonomi yang keras, sifat-sifat tertentu dari seorang narsistik ternyata menjadi mesin pendorong kesuksesan yang sangat efektif.

Baca Juga: Bukan Sekadar Narsis Biasa, Ini 6 Ciri Kamu Mungkin Mengidap NPD Menurut Sains

Berikut adalah beberapa alasan ilmiah mengapa kepribadian ini cenderung lebih cepat meraih kekayaan:

1. Kemampuan Menjual Diri yang Luar Biasa

Seorang narsistik adalah “marketer” terbaik bagi dirinya sendiri.

Mereka memiliki rasa percaya diri yang meluap-luap (sering kali hingga tahap grandiosity), yang membuat mereka sangat persuasif saat melakukan pitching ide, melamar pekerjaan, atau mencari investor.

Mereka tidak ragu untuk melebih-lebihkan pencapaiannya demi mendapatkan kepercayaan orang lain.

2. Ambisi Tanpa Batas dan Fokus pada Status

Bagi orang narsistik, kekayaan bukan sekadar angka, melainkan simbol validasi dan kekuasaan.

Mereka memiliki kebutuhan mendalam untuk dikagumi, dan dalam masyarakat modern, kekayaan adalah cara tercepat untuk mendapatkan kekaguman tersebut.

Motivasi ekstrinsik yang kuat ini membuat mereka bekerja lebih keras dan lebih lama dibandingkan orang rata-rata.

3. Keberanian Mengambil Risiko Tinggi

Penelitian dalam psikologi organisasi menunjukkan bahwa individu dengan skor narsisme tinggi memiliki toleransi risiko yang jauh lebih besar.

Mereka sering kali berani mengambil keputusan spekulatif yang bagi orang lain terasa menakutkan.

Meskipun risiko ini bisa berujung pada kegagalan besar, dalam banyak kasus, keberanian “bermain besar” inilah yang menghasilkan keuntungan finansial yang eksponensial.