Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Membangun rumah di atas lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di Kalimantan Barat. Karakteristik tanah gambut yang lunak, memiliki daya dukung rendah, dan kandungan air yang tinggi seringkali menyebabkan bangunan mengalami penurunan atau dinding retak dalam jangka waktu tertentu.
Namun, dengan teknik konstruksi yang tepat, Anda tetap bisa membangun hunian yang aman dan kokoh di atas tanah lunak. Simak panduan teknis berikut agar pondasi rumah Anda tidak melesak.
1. Gunakan Cerucuk Kayu Galam atau Belian
Teknik cerucuk merupakan kearifan lokal yang terbukti paling efektif untuk menstabilkan tanah gambut. Masukkan batang kayu galam atau kayu belian secara vertikal ke dalam tanah hingga mencapai lapisan tanah keras.
Baca Juga: Risiko Tinggi Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Kalimantan
Cerucuk berfungsi meningkatkan daya dukung tanah dengan cara memadatkan area di sekitar tiang. Pastikan ujung kayu terendam air tanah secara permanen agar kayu tidak mudah lapuk dan tetap kuat menopang beban bangunan selama puluhan tahun.
2. Pilih Pondasi Cakar Ayam atau Rakit
Untuk rumah di lahan gambut, hindari penggunaan pondasi batu kali standar. Para ahli konstruksi menyarankan penggunaan pondasi cakar ayam (footplat) atau pondasi rakit (slab on pile).
Pondasi rakit bekerja dengan menyebarkan beban bangunan secara merata ke seluruh permukaan tanah, sehingga risiko penurunan sebagian bangunan bisa diminimalisir. Pastikan struktur beton menggunakan besi tulangan yang berkualitas untuk menghadapi pergerakan tanah.










