3. Gunakan Dekomposer atau Bio-Aktivator
Inilah kunci utama metode tanpa bakar. Agar tumpukan kayu dan rumput cepat membusuk, Anda perlu menyiramkan cairan dekomposer atau pengurai. Anda bisa menggunakan produk yang mengandung bakteri Trichoderma atau cairan EM4 (Effective Microorganisms 4) yang banyak tersedia di toko pertanian.
Larutkan dekomposer dengan air dan sedikit gula merah sebagai makanan bakteri, lalu siramkan secara merata ke tumpukan sampah organik tadi. Bakteri ini akan bekerja aktif mengurai serat keras tanaman menjadi kompos dalam waktu 2 hingga 4 minggu, jauh lebih cepat daripada pembusukan alami.
4. Manfaatkan Kompos untuk Nutrisi Tanah
Hasil penguraian biomassa tersebut akan berubah menjadi pupuk kompos yang kaya unsur hara. Berbeda dengan abu sisa pembakaran yang bersifat asam dan sementara, kompos hasil fermentasi ini memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya ikat air, dan menyediakan nutrisi jangka panjang bagi tanaman baru.
Dengan cara ini, Anda menghemat biaya pembelian pupuk dasar kimia. Akar tanaman baru akan tumbuh lebih sehat karena mendapatkan suplai organik langsung dari sisa tanaman sebelumnya.
5. Olah Tanah Secara Minimal
Pada lahan gambut atau lahan pasang surut, sebaiknya Anda menerapkan pengolahan tanah minimum (minimum tillage). Cukup cangkul atau bajak ringan pada jalur tanam yang sudah bersih.
Cara ini menjaga struktur tanah agar tidak rusak dan mencegah oksidasi pirit yang bisa meracuni tanaman. Kombinasi antara pengolahan tanah minimal dan penggunaan kompos alami akan menghasilkan lahan yang produktif dan berkelanjutan tanpa perlu menyulut api.
(*Sr)










