Awas Karir Mandek! Hindari 5 Sifat Toksik Ini Menurut Psikologi Kerja

"Karir terasa mentok? Mungkin sikapmu penyebabnya. Kenali 5 sifat toksik di dunia kerja seperti Dunning-Kruger effect dan perfeksionisme yang harus dihindari."
Karir terasa mentok? Mungkin sikapmu penyebabnya. Kenali 5 sifat toksik di dunia kerja seperti Dunning-Kruger effect dan perfeksionisme yang harus dihindari. (Dok. Ist)

3. Si Pengeluh Kronis (The Energy Vampire)

Mengeluh sesekali itu manusiawi, tetapi jika setiap hari Anda mengeluh tentang bos, gaji, atau beban kerja, Anda sedang menyebarkan “racun”.

Penelitian tentang Emotional Contagion (penularan emosi) menunjukkan bahwa kenegatifan seseorang bisa menular ke rekan kerja lain, menurunkan moral tim, dan bahkan merusak fungsi kognitif otak (hippocampus) akibat stres berkepanjangan.

Bahayanya: Anda akan dicap sebagai troublemaker.

Manajemen cenderung menghindari mempromosikan orang yang membawa aura negatif, secerdas apa pun orang tersebut.

4. ‘Yes Man‘ atau Susah Berkata Tidak (People Pleaser)

Sekilas terlihat baik, namun sifat ini sebenarnya destruktif.

People pleaser didorong oleh rasa takut akan konflik atau penolakan.

Akibatnya, Anda menyanggupi semua tugas di luar kapasitas Anda.

Bahayanya: Kualitas kerja hancur karena beban berlebih (burnout).

Secara profesional, Anda juga akan dianggap tidak memiliki pendirian atau prioritas.

Rekan kerja yang manipulatif akan mudah memanfaatkan kelemahan ini untuk melimpahkan pekerjaan mereka kepada Anda.

5. Suka Menunda (Procrastination)

Banyak yang mengira menunda pekerjaan adalah masalah manajemen waktu, padahal menurut psikologi, ini adalah masalah regulasi emosi (Temporal Discounting).

Anda memilih kenyamanan sesaat (bermain ponsel) daripada keuntungan jangka panjang (tugas selesai).

Bahayanya: Kredibilitas hancur. Di dunia kerja, kepercayaan adalah mata uang termahal.

Sekali Anda melanggar tenggat waktu (deadline) karena menunda-nunda, akan sangat sulit untuk memulihkan kepercayaan atasan dan klien.

Baca Juga: Jangan Asal Resign! Pastikan Dulu: Kantornya yang Toxic atau Kamu yang Punya “Victim Mentality”?

(Mira)