The Art of Doing Nothing: Mengapa ‘Bengong’ Sejenak Setelah Bangun Tidur Ternyata Menyehatkan Mental

"Jangan merasa bersalah saat melamun setelah bangun tidur. Fase hening di pagi hari ternyata memiliki manfaat besar untuk ketenangan jiwa dan kesehatan mental."
Jangan merasa bersalah saat melamun setelah bangun tidur. Fase hening di pagi hari ternyata memiliki manfaat besar untuk ketenangan jiwa dan kesehatan mental. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda bangun tidur, duduk di tepi kasur, lalu menatap kosong ke dinding selama beberapa menit?

Seringkali momen ini dianggap sebagai tanda kemalasan atau nyawa yang belum kumpul sepenuhnya.

Padahal, fase hening di mana tubuh sudah bangun namun pikiran masih mengawang ini adalah salah satu momen paling krusial untuk kesehatan mental kita.

Di dunia yang menuntut kita untuk serba cepat, mulai dari bangun, cek notifikasi, mandi, lalu bergegas kerja, memberi izin pada diri sendiri untuk sekadar termenung di pagi hari adalah sebuah kemewahan yang menenangkan.

Baca Juga: Bukan Mitos, Ini Alasan Kenapa Tidur Cukup Bikin Kamu Lebih Bahagia Besok Pagi

Berikut adalah alasan mengapa fase transisi ini justru baik untuk jiwa Anda, Jumat (23/1/2026).

Transisi Gelombang Otak yang Alami

Saat kita tidur, otak berada dalam gelombang Delta atau tidur nyenyak dan Theta saat bermimpi.

Saat bangun dan langsung waspada, otak dipaksa melompat drastis ke gelombang Beta atau kondisi siaga penuh.

Termenung sejenak membiarkan otak mengalami transisi yang lebih halus melalui gelombang Alpha. Gelombang Alpha adalah kondisi rileks namun sadar, mirip dengan kondisi saat bermeditasi.

Memperpanjang fase ini di pagi hari membantu mengurangi kecemasan sebelum hari benar-benar dimulai.

Momen Booting Mental

Bayangkan komputer yang baru dinyalakan langsung dipaksa membuka sepuluh aplikasi berat sekaligus, pasti akan melambat.

Begitu juga otak manusia.

Fase diam setelah bangun tidur adalah proses booting mental. Ini adalah waktu di mana alam bawah sadar perlahan menyerahkan kendali pada kesadaran penuh.

Membiarkan diri melamun sejenak memberi kesempatan pada otak untuk menata prioritas tanpa tekanan, membuat Anda lebih fokus saat benar-benar memulai aktivitas.

Perisai dari Serangan Digital

Kebiasaan terburuk manusia modern adalah langsung meraih ponsel begitu mata terbuka.

Ini membanjiri otak dengan dopamin instan dan hormon stres dari berita buruk, email pekerjaan, atau pameran hidup orang lain di media sosial.

Dengan memilih untuk termenung, entah itu melihat jendela, merasakan tekstur selimut, atau sekadar bernapas, Anda menciptakan perisai pembatas.

Anda memegang kendali atas suasana hati pagi Anda, bukan disetir oleh notifikasi di layar ponsel.

Melatih Mindfulness Paling Sederhana

Anda tidak perlu duduk bersila di atas matras yoga untuk berlatih mindfulness.

Duduk diam setelah bangun tidur, menyadari napas, dan merasakan heningnya pagi adalah bentuk meditasi paling murni.

Di momen hening itu tidak ada ekspektasi dan tidak ada tenggat waktu.

Hanya ada Anda dan pagi hari. Perasaan cukup inilah yang membawa ketenangan yang akan terbawa hingga siang bahkan sore hari.

Jadi, besok pagi saat Anda terbangun, jangan terburu-buru melompat dari kasur. Jangan merasa bersalah jika Anda butuh waktu 5 hingga 10 menit untuk sekadar diam dan menatap jendela.

Itu bukan membuang waktu.

Itu adalah cara Anda menghormati tubuh dan pikiran, mengumpulkan energi ketenangan sebelum menghadapi hiruk pikuk dunia.

Baca Juga: Bukan Anti-Sosial, Ini 3 Alasan Cerdas Mengapa Kita Perlu Menjauh dari Notifikasi HP

(Mira)