
MAPPA menggunakan pendekatan artistik yang brilian: beberapa adegan pertarungan ditampilkan dalam warna monokrom, membuat cipratan darah merah terlihat sangat kontras dan artistik. Puncaknya adalah pertarungan Maki melawan Naoya Zenin.
Naoya, yang sombong dengan teknik kecepatannya, harus menelan pil pahit. Maki, yang kini bisa merasakan pergerakan udara dan getaran berkat indera supernya, menghancurkan wajah Naoya dengan satu pukulan telak. Adegan X-ray saat rahang Naoya hancur menjadi salah satu momen K.O. paling memuaskan dalam sejarah anime ini.
Di Balik Layar: Animator & Tim Produksi
Kesuksesan visual episode ini tidak lepas dari tangan dingin para staf inti yang dikumpulkan khusus untuk arc ini. Berikut adalah beberapa nama besar yang terlibat:
-
Shōta Goshozono (Sutradara): Kembali memimpin Season 3, Goshozono membawa signature style-nya berupa penggunaan lensa kamera dinamis (fish-eye lens) dan pencahayaan sinematik yang dramatis, membuat pertarungan di lorong sempit Klan Zenin terasa sangat klaustrofobik namun luas.
-
Yosuke Yajima & Hiromi Niwa (Desain Karakter): Bertanggung jawab atas desain karakter yang tajam, terutama transisi visual Maki dari siswa Jujutsu menjadi “pembunuh berdarah dingin” dengan luka bakar yang mendetail.
-
Hiroshi Seko (Komposisi Seri): Penulis naskah veteran yang berhasil merangkai bab manga 148–153 menjadi satu episode kohesif tanpa terasa terburu-buru.
-
Tim Inti MAPPA (Unit Aksi): Studio MAPPA mengerahkan animator spesialis aksi terbaiknya (yang sebelumnya mengerjakan Chainsaw Man dan JJK Season 2) untuk menangani koreografi hand-to-hand combat Maki yang brutal dan cepat.
Akhir dari Sebuah Warisan Kelam
Episode ini ditutup dengan pemenuhan janji Maki. Ia tidak hanya membunuh ayahnya, tetapi juga ibunya sendiri yang selama ini membiarkan penyiksaan terjadi, serta menghabisi sisa anggota klan.
Baca Juga: Anti Gabut: 4 Anime Terbaik untuk Teman “Maraton” Malam Minggu Kamu
Tindakan Maki ini berdampak besar pada dunia Jujutsu: Klan Gojo dan Kamo mengusulkan penghapusan Klan Zenin dari Tiga Keluarga Besar Jujutsu. Ini menandai akhir dari sejarah panjang klan yang dipenuhi misogini dan kekejaman.
Bagi para penggemar, transformasi Maki dari siswa yang diremehkan menjadi sosok “Toji Kedua” adalah pemanasan sempurna sebelum memasuki Culling Game yang sesungguhnya. Kualitas animasi dan penceritaan di episode ini menetapkan standar yang sangat tinggi untuk sisa musim ini.
(*Red/Ryle)











