Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda merasa sangat lelah hingga sulit bangun dari tempat tidur saat hari pertama atau kedua datang bulan? Seringkali, kondisi ini disalahartikan oleh lingkungan sekitar atau bahkan oleh diri sendiri sebagai rasa malas atau “manja”.
Padahal, tubuh Anda mungkin sedang mengirimkan sinyal bahaya.
Bagi perempuan yang memiliki riwayat anemia (kurang darah), periode menstruasi bukan sekadar siklus bulanan biasa.
Ini adalah momen kritis di mana tubuh kehilangan cadangan zat besi secara signifikan.
Baca Juga: Bukan Hamil, 5 Alasan Siklus Menstruasimu Berantakan
Memaksakan diri beraktivitas normal tanpa penanganan saat kondisi ini terjadi bisa memicu risiko kesehatan yang serius.
Berikut adalah alasan medis mengapa anemia saat datang bulan tidak boleh diabaikan:
1. Hipoksia: Tubuh ‘Tercekik’ Perlahan
Anemia berarti tubuh kekurangan hemoglobin, “kurir” yang bertugas mengantar oksigen ke seluruh organ.
Saat datang bulan, volume darah berkurang, dan pasokan oksigen ke otak serta otot menurun drastis.
Bahayanya, kondisi ini menyebabkan hipoksia ringan.
Gejalanya bukan sekadar ngantuk, tapi penurunan fungsi kognitif (brain fog), sulit fokus, hingga kebingungan.
Memaksakan bekerja atau belajar keras dalam kondisi ini justru tidak efektif dan hanya akan memperparah stres fisik.
2. Beban Kerja Jantung Meningkat Dua Kali Lipat
Saat pasokan oksigen minim, otak memerintahkan jantung untuk memompa darah lebih cepat agar kebutuhan organ vital tetap terpenuhi.
Inilah sebabnya perempuan dengan anemia sering merasakan jantung berdebar-debar (palpitasi) atau napas pendek (ngos-ngosan) walau hanya melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki.
Jika dibiarkan terus-menerus setiap bulan, ini bisa membebani kesehatan jantung jangka panjang.
3. Risiko Cedera Akibat Pingsan (Syncope)
Ini adalah bahaya fisik yang paling nyata.
















