3. Menyerap Racun Logam Berat
Sebagai pemakan dasar sungai (bottom feeder), ikan sapu-sapu menelan endapan polutan setiap hari. Tubuh mereka menyerap logam berat berbahaya seperti merkuri, timbal, dan arsenik. Hal ini membuat daging ikan sapu-sapu dari sungai kotor sangat berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya.
Baca Juga: Resahkan Petugas Kebersihan, Temuan Sampah Darah di Sungai Singkawang Dilaporkan ke Polisi
4. Menggantikan Ikan Asli
Dominasi sapu-sapu menunjukkan bahwa ekosistem sungai telah rusak. Predator alami ikan ini mati atau pergi karena tidak kuat menahan polusi air. Tanpa adanya pemangsa, ikan sapu-sapu berkembang biak tanpa kendali dan menyingkirkan spesies ikan lokal.
(*Sr)
















