Turis Mulai Tinggalkan 10 Destinasi Wisata Populer Ini

Akibat overtourism dan biaya mahal, wisatawan mulai meninggalkan 10 destinasi populer dunia seperti Venesia, Bali, dan Santorini. (Dok. Ist)
Akibat overtourism dan biaya mahal, wisatawan mulai meninggalkan 10 destinasi populer dunia seperti Venesia, Bali, dan Santorini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Wisatawan mancanegara kini mulai meninggalkan sejumlah destinasi wisata populer dunia. Masalah kelebihan kapasitas (overtourism), kerusakan lingkungan, serta biaya liburan yang meroket tajam memaksa para pelancong mencari lokasi alternatif yang lebih tenang dan terjangkau.

Berbagai pengamat perjalanan menyoroti pergeseran tren ini. Tempat-tempat yang dulunya menawarkan ketenangan budaya dan keindahan alam, kini berubah wajah menjadi kawasan padat. Wisatawan menilai lokasi-lokasi tersebut kehilangan karakter aslinya akibat komersialisasi yang berlebihan.

Berikut adalah 10 destinasi dunia yang mulai kehilangan daya tarik di mata para turis:

Baca Juga: Surga Bawah Laut Dunia: 7 Destinasi dengan Terumbu Karang Terindah di Indonesia yang Wajib Diselami

1. Venesia, Italia

Kota ini terus berjuang melawan gelombang pengunjung yang memadati jalan sempit dan kanal. Kehadiran kapal pesiar besar justru mengganggu infrastruktur kota dan kenyamanan warga lokal.

2. Barcelona, Spanyol

Wisatawan dan warga lokal sama-sama merasakan dampak negatif di kota ini. Warga setempat menyoroti lonjakan biaya hidup akibat pariwisata yang tak terkendali, membuat suasana kota menjadi kurang ramah.

3. Ibiza, Spanyol

Pulau ini dinilai telah kehilangan karakter otentiknya. Dominasi industri hiburan malam yang berlebihan membuat pesona asli Ibiza sebagai destinasi pantai yang tenang perlahan memudar.

4. Mykonos, Yunani

Harga yang melambung tinggi menjadi keluhan utama. Wisatawan menganggap Mykonos kini mematok biaya liburan yang tidak masuk akal dibandingkan pengalaman yang mereka dapatkan.

5. Santorini, Yunani

Keindahan matahari terbenam di sini tertutup oleh keramaian. Pulau ini mengalami kemacetan parah, terutama saat kapal pesiar menurunkan ribuan penumpang sekaligus dalam satu waktu.