Sering Menahan Buang Air Kecil? Waspadai 4 Bahaya Serius Ini bagi Tubuh!

"Sering menahan buang air kecil? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu Infeksi Saluran Kemih hingga batu ginjal. Simak 4 bahaya menahan kencing di sini."
Sering menahan buang air kecil? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu Infeksi Saluran Kemih hingga batu ginjal. Simak 4 bahaya menahan kencing di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda menunda pergi ke toilet karena sedang asyik menonton film, terjebak macet, atau “tanggung” menyelesaikan pekerjaan kantor? Meski terlihat sepele, kebiasaan menahan kencing ternyata menyimpan risiko kesehatan jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.

Kandung kemih manusia memang didesain elastis dan mampu menampung urine dalam jumlah tertentu.

Namun, jika dipaksa menahan beban melampaui batas kewajaran secara terus-menerus, tubuh akan memberikan respons negatif.

Berikut adalah 4 bahaya kesehatan yang mengintai jika Anda sering menyepelekan hasrat buang air kecil:

Baca Juga: Sering Mual Saat Buka HP dan Laptop Bersamaan? Ini Penjelasan Medis ‘Cybersickness’

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Ini adalah risiko paling umum yang sering terjadi.

Menahan kencing terlalu lama memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak di dalam kandung kemih.

Normalnya, aliran urine berfungsi untuk membilas dan membuang bakteri dari saluran kemih.

Jika urine tertahan lama, bakteri dapat menumpuk dan menyebabkan infeksi. Gejalanya bisa berupa rasa nyeri saat buang air kecil, urine berwarna keruh, hingga demam.

Wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK karena anatomi saluran kemih yang lebih pendek dibanding pria.

2. Pembentukan Batu Ginjal

Urine mengandung berbagai mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat.

Jika Anda jarang buang air kecil atau sering menahannya, mineral-mineral ini akan mengendap di ginjal atau kandung kemih.

Seiring waktu, endapan ini akan mengkristal dan membentuk batu ginjal.

Ketika batu ini mulai bergerak atau menyumbat saluran kemih, rasa sakit yang ditimbulkannya bisa sangat luar biasa dan memerlukan penanganan medis serius.