Karhutla Mulai Muncul di Kubu Raya: Api Mengancam Pemukiman, Asap Diwaspadai Ganggu Penerbangan

"Karhutla kembali muncul di Kubu Raya melahap lahan gambut di dua kecamatan. Tim gabungan lakukan pendinginan cegah asap ganggu Bandara Supadio."
Karhutla kembali muncul di Kubu Raya melahap lahan gambut di dua kecamatan. Tim gabungan lakukan pendinginan cegah asap ganggu Bandara Supadio. (Dok. Polres Kubu Raya)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Transisi cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau di Kalimantan Barat mulai menunjukkan dampak nyata.

Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terdeteksi di Kabupaten Kubu Raya.

Tim gabungan melaporkan kemunculan titik api di dua kecamatan sekaligus, yakni Sungai Raya dan Sungai Kakap, pada Jumat (16/1/2026).

Mengingat posisi Kabupaten Kubu Raya yang menjadi lokasi objek vital nasional Bandara Internasional Supadio, penanganan cepat dilakukan untuk mencegah kabut asap yang dapat melumpuhkan aktivitas penerbangan.

Baca Juga: Polres Kubu Raya Bongkar Sindikat TPPO: Rumah di Desa Kapur Jadi Transit 19 TKI Ilegal

Api Berjarak 70 Meter dari Rumah Warga

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun Tim Siaga Karhutla, kebakaran pertama terjadi di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.

Di lokasi ini, api melahap lahan seluas kurang lebih 2 hektar.

Situasi sempat menegangkan karena titik api hanya berjarak sekitar 70 meter dari pemukiman padat penduduk.

Sementara itu, titik kedua ditemukan di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, dengan luas lahan terbakar mencapai 1,5 hektar.

Tantangan Lahan Gambut

Kedua lokasi kebakaran merupakan lahan kosong dengan karakteristik tanah gambut.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam.

Vegetasi gambut memiliki sifat menyimpan bara api di bawah permukaan tanah (ground fire), sehingga meskipun api di permukaan tampak padam, potensi nyala kembali akibat tiupan angin sangat tinggi jika tidak dilakukan pembasahan total.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Polres Kubu Raya, Dit Samapta Polda Kalbar, BNPB, TNI, dan Pemadam Kebakaran swasta, hingga Sabtu (17/1/2026) masih melakukan proses pendinginan (cooling down).

Prioritas Keamanan Bandara

Aiptu Ade menegaskan, operasi pemadaman ini tidak hanya untuk menyelamatkan pemukiman warga, tetapi juga menjaga visibilitas udara di sekitar bandara.

“Kami terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan lahan. Langkah ini sangat krusial demi menjamin keselamatan masyarakat dan memastikan kelancaran arus transportasi, terutama mengingat Kabupaten Kubu Raya memiliki objek vital nasional yaitu Bandara Internasional Supadio yang harus bebas dari gangguan kabut asap,” tegas Ade, Sabtu (17/1/2026).

Hingga saat ini, penyebab kebakaran di kedua lokasi tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Kubu Raya.

Aparat mengimbau keras agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meminta warga segera melapor jika melihat kepulan asap mencurigakan agar bisa ditangani sebelum meluas.

Baca Juga: Kerap Pesta Sabu, Dua Pemuda Asal NTB Diringkus Tim Labubu Polres Kubu Raya

(Mira)