Jangan Bengong! Lakukan 3 Hal Ini Jika Melihat Orang Kena Serangan Jantung Mendadak

"Jangan panik saat melihat orang serangan jantung! Segera lakukan posisi duduk 30 derajat dan hindari aktivitas fisik. Simak langkah 'Golden Time' di sini."
Jangan panik saat melihat orang serangan jantung! Segera lakukan posisi duduk 30 derajat dan hindari aktivitas fisik. Simak langkah 'Golden Time' di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Serangan jantung sering kali datang tanpa permisi.

Bisa terjadi saat sedang rapat di kantor, makan malam bersama keluarga, atau bahkan saat olahraga.

Saat situasi genting ini terjadi di depan mata, kepanikan sering membuat kita blank dan tidak tahu harus berbuat apa.

Padahal, detik-detik pertama adalah penentu nyawa.

Baca Juga: Tips Jantung Sehat: 7 Kebiasaan Penting untuk Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Koroner

Anda tidak harus menjadi dokter untuk memberikan pertolongan pertama.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, Dokter Isman Firdaus membagikan panduan krusial tentang apa yang harus (dan haram) dilakukan saat melihat seseorang memegangi dada karena nyeri hebat.

Simak langkah penyelamatannya berikut ini:

1. Stop Semua Aktivitas (Total Rest)

Kesalahan paling fatal yang sering terjadi adalah membiarkan penderita berjalan menuju mobil atau ke tempat istirahat.

“Jika Anda menemukan seseorang nyeri dada, segera istirahatkan pasien. Jangan biarkan mereka berjalan atau melakukan aktivitas fisik apa pun,” tegas  Isman.

Aktivitas fisik sekecil apa pun akan memaksa jantung memompa lebih keras, padahal saat itu jantung sedang kekurangan oksigen. Hentikan kegiatan saat itu juga.

2. Posisi Duduk 30-40 Derajat

Jangan biarkan penderita tidur telentang rata (flat), apalagi berdiri.

Posisi terbaik adalah setengah duduk atau berbaring dengan kemiringan sekitar 30-40 derajat.

Gunakan bantal atau sandaran punggung.

Posisi ini membantu mengurangi beban kerja jantung dan memudahkan paru-paru mengambil napas.

3. Kejar “Golden Time” 12 Jam

Segera bawa ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki alat rekam jantung (EKG).

 Isman menjelaskan ada istilah STEMI, yakni jenis serangan jantung akibat penyumbatan total yang butuh tindakan cepat.

“Kita punya waktu 12 jam untuk menolong pasien dengan STEMI. Jika serangan jam 6 pagi, kita punya waktu sampai jam 6 sore untuk membuka aliran darah yang tersumbat (pasang ring),” jelasnya.

Semakin cepat tiba di RS, semakin sedikit kerusakan permanen pada otot jantung.

Pantangan Keras:

  • Jangan Panik: Kepanikan penolong akan menular pada pasien dan memicu lonjakan adrenalin yang memperparah kerja jantung.
  • Jangan Mengejan: Minta pasien untuk rileks dan hindari mengejan (menahan napas dan menekan perut), karena bisa memicu komplikasi fatal.

Ingat, ketenangan Anda bisa menyelamatkan nyawa orang terkasih!

Baca Juga: Si Jenius Lautan: 7 Fakta Unik Gurita, Punya 3 Jantung dan Berdarah Biru

(Mira)