Faktakalbar.id, SOFIA – Bulgaria resmi mencetak sejarah baru pada Kamis, (1 /1/2026) dengan meninggalkan mata uang Lev dan beralih sepenuhnya ke Euro.
Bergabungnya negara Balkan ini sebagai anggota ke-21 Zona Euro sering digambarkan sebagai kemenangan integrasi Eropa.
Namun, di balik seremonial tersebut, langkah ini menyimpan ironi besar: Bulgaria melakukan transisi ekonomi terbesar dalam sejarahnya justru saat kondisi politik dalam negerinya sedang carut-marut.
Transisi ini menempatkan 6,7 juta penduduk Bulgaria ke dalam eksperimen ekonomi berisiko tinggi.
Baca Juga: Jepang Kirim Pasukan JGSDF ke Kamboja untuk Pelatihan PKO, Wakabayashi Beri Dukungan Daring
Pasalnya, “negara termiskin” di Uni Eropa ini memaksakan integrasi mata uang tepat sebulan setelah pemerintahannya bubar akibat gelombang protes kenaikan pajak yang masif.
Warga Cemas, Bukan Antusias
Meskipun para elit dan pelaku bisnis di Sofia menyambut baik kemudahan transaksi dan kursi di Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), realitas di akar rumput jauh berbeda.
















