Faktakalbar.id, PONTIANAK – Yayasan Kolase menggelar kegiatan diseminasi program Photovoice di Rumah Budaya Gang Hj Salmah, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis (15/01/2026).
Baca Juga: Pemkot Pontianak Gandeng Universitas Waterloo, Hitung Kerugian Banjir Lewat Kajian Aktuaria
Kegiatan ini mengangkat pengalaman warga Kota Pontianak yang hidup berdampingan dengan banjir rob melalui pendekatan fotografi partisipatif.
Program ini bertujuan merekam realitas banjir dari sudut pandang warga sekaligus mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih inklusif dan berpihak pada masyarakat terdampak.
Ketua Yayasan Kolase, Andi Fahrizal, menjelaskan bahwa Photovoice adalah metode yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif, bukan objek penelitian.
“Photovoice tidak menempatkan masyarakat sebagai objek penelitian, tetapi sebagai subjek aktif. Warga memotret realitas yang mereka hadapi dan menceritakannya dengan bahasa mereka sendiri,” ujar Andi.
Baca Juga: Film Indai Apai Darah dan Earth Defender Diputar di Kolase Journalist Camp 2025
Menurutnya, pendekatan ini penting agar persoalan banjir tidak hanya dilihat dari data statistik, melainkan juga dari pengalaman sosiologis warga.
“Foto-foto ini bukan sekadar visual. Di dalamnya ada cerita, ingatan, dan pengalaman hidup warga yang berhadapan langsung dengan banjir,” tambahnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, yang mewakili Wali Kota.
Sidig menegaskan bahwa banjir kini menjadi isu strategis yang menuntut penanganan struktural dan kolaboratif.
















