Pucat dan Lemas Tak Kunjung Sembuh? Hindari 5 Makanan Ini Jika Punya Anemia

"Penderita anemia wajib tahu! Konsumsi zat besi saja tidak cukup jika Anda masih menyantap 5 makanan ini secara bersamaan. Simak daftar pantangannya di sini."
Penderita anemia wajib tahu! Konsumsi zat besi saja tidak cukup jika Anda masih menyantap 5 makanan ini secara bersamaan. Simak daftar pantangannya di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi penderita anemia atau kurang darah, mengonsumsi daging merah dan bayam seringkali menjadi saran utama.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa upaya menambah asupan zat besi bisa sia-sia jika dibarengi dengan pola makan yang salah.

Masalah utama pada penderita anemia defisiensi besi (iron deficiency anemia) bukan hanya kurangnya asupan, melainkan terhambatnya proses penyerapan (absorption) zat besi di dalam tubuh.

Beberapa jenis makanan sehat sekalipun ternyata mengandung senyawa yang dapat “mengunci” zat besi sehingga tidak bisa diserap oleh darah.

Baca Juga: Sering Pusing dan Mudah Lelah? Kenali 5 Penyebab Utama Anemia yang Sering Diabaikan

Agar pengobatan anemia Anda efektif, berikut adalah 5 jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya saat sedang makan besar.

1. Teh dan Kopi (Tanin)

Ini adalah musuh nomor satu bagi penyerapan zat besi. Teh dan kopi mengandung senyawa polifenol yang disebut tannins (tanin).

Senyawa ini dapat mengikat zat besi, terutama zat besi dari sumber nabati (non-heme iron), dan membawanya keluar dari tubuh melalui pencernaan sebelum sempat diserap.

Studi menunjukkan bahwa meminum teh bersamaan dengan makanan dapat mengurangi penyerapan zat besi hingga 60-70%.

Saran: Berikan jeda minimal 2 jam sebelum atau sesudah makan jika ingin menikmati teh atau kopi.

2. Susu dan Produk Olahan (Kalsium)

Susu, keju, dan yogurt memang sangat baik untuk tulang karena tinggi kalsium.

Namun, kalsium dan zat besi adalah dua mineral yang “berkompetisi” untuk diserap oleh tubuh.

Jika dikonsumsi bersamaan dalam jumlah besar, kalsium akan memenangkan kompetisi tersebut, sehingga penyerapan zat besi menjadi terhambat.

Saran: Hindari minum susu berbarengan dengan konsumsi suplemen penambah darah atau makanan tinggi zat besi. Minumlah susu di waktu terpisah, misalnya saat snacking time.

3. Cokelat (Oksalat dan Polifenol)

Kabar buruk bagi pecinta makanan manis.

Biji kakao dalam cokelat mengandung oxalates (oksalat) dan polifenol yang cukup tinggi.

Seperti halnya tanin, senyawa ini dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme yang berasal dari sayuran hijau atau kacang-kacangan.

Meskipun cokelat hitam (dark chocolate) memiliki sedikit kandungan zat besi, senyawa penghambat di dalamnya membuat manfaat tersebut kurang optimal bagi penderita anemia berat.

4. Gandum Utuh dan Biji-bijian (Fitat)

Gandum utuh (whole grains), sereal, jagung, dan kedelai sering dianggap sebagai makanan super sehat karena tinggi serat. Namun, mereka juga mengandung asam fitat atau phytates.

Asam fitat dikenal sebagai “anti-nutrisi” karena kemampuannya mengikat mineral seperti besi, seng, dan kalsium, sehingga mencegah tubuh menyerapnya.

Bagi orang sehat, ini bukan masalah besar.

Namun bagi penderita anemia, konsumsi gandum utuh berlebihan bersamaan dengan sumber zat besi bisa mengurangi efektivitas penyembuhan.

5. Putih Telur (Phosvitin)

Telur adalah sumber protein yang sangat baik, dan kuning telurnya pun mengandung zat besi. Namun, putih telur mengandung protein yang disebut phosvitin.

Senyawa phosvitin memiliki kemampuan mengikat zat besi yang sangat kuat.

Satu butir telur rebus saja dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan lain hingga 28%.

Saran: Tetaplah makan telur karena nutrisinya penting, namun usahakan untuk membarenginya dengan makanan yang kaya Vitamin C (seperti jeruk atau stroberi) untuk membantu menetralisir efek penghambatannya.

Tips Tambahan: Kunci Penyerapan Optimal

Menghindari makanan di atas bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsinya selamanya. Kuncinya adalah pengaturan waktu (timing).

Jangan konsumsi daftar makanan di atas bersamaan dengan suplemen zat besi atau makanan utama Anda.

Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung Vitamin C (asam askorbat) seperti jeruk, jambu biji, atau tomat saat makan daging atau sayuran.

Vitamin C adalah “sahabat” zat besi yang mampu meningkatkan penyerapan hingga berkali-kali lipat.

Mengatasi anemia tidak cukup hanya dengan menambah asupan hati ayam atau bayam. Anda juga harus cerdas memilah apa yang masuk ke dalam piring Anda.

Dengan menghindari “pencuri” zat besi seperti tanin dan kalsium di jam makan utama, tubuh Anda akan pulih lebih cepat, dan wajah pucat pun akan kembali merona.

Baca Juga: Pentingnya Protein Hewani untuk Anak: Kunci Tumbuh Kembang, Otak Cerdas, dan Cegah Anemia

(Mira)