“Bagi kami, ide-ide yang tidak menghormati integritas wilayah kerajaan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland tentu saja sama sekali tidak dapat diterima,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul merespons desakan Trump yang menyebut bahwa kepemilikan Greenland “vital bagi keamanan nasional” Amerika Serikat guna melindungi wilayah tersebut dari pengaruh China dan Rusia.
Namun, pihak Denmark menilai perjanjian internasional yang berlaku saat ini sudah mencakup perlindungan tersebut.
Ketegangan diplomatik ini tercermin dari momen di luar gedung pertemuan usai pembicaraan dengan pejabat AS, J.D. Vance dan Marco Rubio.
Menteri Luar Negeri Greenland dan mitranya dari Denmark terlihat merokok bersama, sebuah pemandangan yang menyiratkan tingginya tekanan dalam negosiasi mengenai upaya akuisisi Trump yang dinilai sangat serius tersebut.
Sebagai informasi, di balik ambisi strategis Trump, Greenland memiliki tantangan ekonomi tersendiri.
Wilayah ini memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2 persen dan sangat bergantung pada sektor perikanan yang mencakup 98 persen ekspor.
Selain itu, Greenland membutuhkan subsidi tahunan sebesar $1 miliar atau setara $17.500 per penduduk untuk tetap beroperasi, dengan infrastruktur jalan beraspal yang sangat minim.
(fr)
















