Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Di hamparan samudra yang luas, lumba-lumba dikenal sebagai salah satu makhluk paling karismatik.
Sering terlihat melompat riang di samping kapal, hewan ini telah lama memikat hati manusia.
Namun, lumba-lumba bukan hanya wajah yang lucu; mereka adalah pemilik otak yang sangat kompleks dan canggih.
Masuk dalam famili Delphinidae, lumba-lumba menyimpan banyak keajaiban biologis yang membedakannya dari penghuni laut lainnya.
Berikut adalah kumpulan fakta menarik tentang lumba-lumba yang membuktikan bahwa mereka adalah jenius lautan.
1. Tidur dengan Satu Mata Terbuka
Pernahkah Anda bertanya bagaimana lumba-lumba tidur tanpa tenggelam? Jawabannya terletak pada mekanisme biologis yang disebut unihemispheric slow-wave sleep.
Berbeda dengan manusia yang tidur total, lumba-lumba hanya mengistirahatkan separuh otak mereka dalam satu waktu.
Separuh lainnya tetap sadar untuk mengatur pernapasan dan waspada terhadap predator (predator).
Saat separuh otak kanan tidur, mata kiri mereka akan tertutup, dan begitu pula sebaliknya. Ini memungkinkan mereka tidur sambil tetap berenang perlahan ke permukaan untuk mengambil napas.
2. Memiliki “Nama” Panggilan
Lumba-lumba botol (Tursiops truncatus) memiliki sistem komunikasi yang sangat maju.
Penelitian menunjukkan bahwa setiap individu mengembangkan siulan unik yang disebut signature whistle.
Siulan ini berfungsi layaknya sebuah nama.
Mereka menggunakannya untuk memperkenalkan diri kepada kelompok (pod) lain atau memanggil kawan yang terpisah.
Menariknya, lumba-lumba lain dapat meniru siulan tersebut untuk memanggil pemilik “nama” itu, sebuah kemampuan kognitif yang sangat jarang ditemukan di dunia hewan.
3. Melihat dengan Suara (Echolocation)
Penglihatan lumba-lumba di dalam air cukup baik, tetapi senjata utama mereka adalah echolocation atau biosonar.
Mereka mengeluarkan suara klik berfrekuensi tinggi yang memantul pada objek di sekitarnya.
Pantulan suara ini kemudian ditangkap kembali oleh rahang bawah mereka dan diproses ke telinga bagian dalam.
Sistem ini begitu presisi sehingga lumba-lumba dapat membedakan antara bola golf dan bola pingpong di dalam air yang keruh sekalipun, atau mendeteksi mangsa yang bersembunyi di balik pasir.
4. Bukan Ikan, Melainkan Mamalia
Sering disalahartikan sebagai ikan, lumba-lumba adalah mamalia sejati.
Mereka melahirkan, menyusui anaknya dengan kelenjar susu (mammary glands), dan bernapas menggunakan paru-paru, bukan insang.
Inilah sebabnya mereka harus naik ke permukaan secara berkala untuk menghirup udara melalui lubang sembur (blowhole) di atas kepala mereka.
Selain itu, mereka juga berdarah panas (warm-blooded), yang berarti suhu tubuh mereka diatur secara internal, tidak bergantung pada suhu air di sekitarnya.
5. Kulit yang Beregenerasi Cepat
Kulit lumba-lumba sangat halus dan licin untuk mengurangi gesekan air, memungkinkan mereka berenang dengan cepat.
Namun, yang lebih menakjubkan adalah kemampuan penyembuhannya.
Jika terluka, misalnya akibat gigitan hiu, kulit lumba-lumba memiliki kemampuan regenerasi yang sangat cepat berkat lapisan lemak (blubber) yang mengandung senyawa antimikroba alami.
Luka yang dalam sekalipun dapat sembuh dalam waktu singkat tanpa meninggalkan infeksi parah.
6. Hewan yang Sangat Sosial dan Altruis
Lumba-lumba hidup dalam kelompok sosial yang kompleks yang disebut pods.
Ikatan emosional di antara mereka sangat kuat.
Mereka dikenal memiliki sifat altruism (rela berkorban).
Lumba-lumba sering terlihat membantu anggota kelompok yang sakit atau terluka dengan mendorongnya ke permukaan agar bisa bernapas.
Sifat penolong ini bahkan tak jarang ditunjukkan kepada spesies lain, termasuk manusia dan paus yang terdampar.
7. Paus Pembunuh Adalah Lumba-lumba
Fakta ini sering mengejutkan banyak orang.
Paus pembunuh atau Orca (Orcinus orca) sebenarnya bukanlah paus sejati.
Secara taksonomi, mereka adalah spesies terbesar dalam keluarga lumba-lumba (Delphinidae).
Struktur fisik dan kemampuan echolocation mereka menempatkan Orca lebih dekat kekerabatannya dengan lumba-lumba botol daripada dengan paus biru.
Lumba-lumba adalah bukti keagungan evolusi di lautan.
Kecerdasan, kemampuan sosial, dan adaptasi biologis mereka menjadikan hewan ini sangat istimewa.
Melindungi habitat laut dari polusi plastik dan perburuan liar adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk memastikan mamalia cerdas ini tetap lestari di samudra.
Baca Juga: Terdampar di Pesisir Paloh, Seekor Lumba-Lumba Dievakuasi Warga dengan Cara Dipikul
(Mira)















