Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai penanganan bencana di Indonesia hingga Kamis (15/1). Laporan tersebut menyoroti dampak besar banjir di Provinsi Aceh serta sulitnya pengiriman logistik di Maluku Utara.
Banjir yang merendam beberapa kabupaten di Aceh sejak awal tahun ini masih menyisakan masalah serius. Kabupaten Aceh Timur menjadi wilayah terparah dengan catatan jumlah korban jiwa yang cukup tinggi.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPB merinci data korban dan dampak kerusakan di wilayah tersebut dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang: Siswa SDN 1 Karang Baru Belajar Beralaskan Terpal
“Banjir dengan dampak signifikan juga masih terjadi di Kabupaten Aceh Timur sejak Minggu (5/1). Peristiwa ini mengakibatkan 58 korban meninggal dunia dan berdampak pada lebih dari 290 ribu jiwa,” tulis laporan Pusdalops BNPB.
Petugas terus melakukan koordinasi dengan instansi teknis untuk merespons kondisi ini. Mereka kini fokus menilai lokasi relokasi untuk membangun hunian sementara bagi para pengungsi.
Pemulihan Aceh Utara
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara masih memberlakukan status Tanggap Darurat hingga 24 Januari 2026. Data menunjukkan banjir di wilayah ini berdampak pada lebih dari 433 ribu jiwa. Tim gabungan kini memprioritaskan pembersihan fasilitas umum.
















