Agenda ini tercatat sebagai kali kedua Presiden mengumpulkan pimpinan kampus.
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang membahas STEM, kali ini ribuan peserta difokuskan pada Soshum.
Meskipun dilabeli sebagai “dialog khusus”, kehadiran 1.200 orang dalam satu ruang tertutup menciptakan situasi komunikasi satu arah yang lebih dominan ketimbang diskusi dua arah yang mendalam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian mengenai roadmap kebijakan atau komitmen anggaran spesifik yang ditawarkan pemerintah untuk menjawab masalah minimnya pendanaan riset di bidang sosial humaniora, selain seremonial pertemuan itu sendiri.
Mobilisasi ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB, dengan para rektor hadir mengenakan jas almamater.
Pertemuan ini menjadi ujian bagi pemerintahan baru: apakah pengumpulan massa intelektual ini akan berujung pada revisi kebijakan anggaran riset, atau berhenti pada simbolisasi perhatian semata.
Baca Juga: Meme dan Stiker Wajah Pejabat di Era KUHP Baru, Menteri Supratman Tegaskan Batasannya
(Mira)
















