Tambang Emas Ilegal Masih Beroperasi di Boyan Tanjung, Instruksi Presiden Seolah Tak Sampai ke Kapuas Hulu

"Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Boyan Tanjung, Kapuas Hulu, kembali marak menggunakan alat berat. Instruksi Presiden Prabowo dinilai belum efektif di lapangan."
Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Boyan Tanjung, Kapuas Hulu, kembali marak menggunakan alat berat. Instruksi Presiden Prabowo dinilai belum efektif di lapangan. (Dok. Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KAPUAS HULU — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali terpantau marak di wilayah Boyan dan Nanga Boyan, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu.

Sejumlah dokumentasi lapangan yang diterima Fakta Kalbar memperlihatkan keberadaan mesin diesel, selang sedot, drum penampung, serta para pekerja yang tengah menyedot material dari dasar sungai dan tebing tanah di kawasan tersebut.

Dalam foto-foto yang diperoleh redaksi, terlihat tebing tanah terkelupas hingga membentuk lubang besar. Material berupa batu dan tanah hasil sedotan tampak menggunung di sekitar lokasi.

Alat yang digunakan mengindikasikan bahwa aktivitas ini tidak lagi bersifat manual, melainkan telah menggunakan alat berat excavator yang mampu mengeruk material dalam jumlah besar dengan cepat.

Baca Juga: Perkuat Diplomasi Pertahanan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Temui Petinggi Militer Pakistan

Seorang warga sekitar yang dihubungi Faktakalbar, Dudung (nama samaran), membenarkan bahwa aktivitas PETI tersebut masih berlangsung.

Menurutnya, praktik ini sudah lama terjadi dan kerap berhenti hanya sementara ketika ada informasi akan dilakukan razia.