“Kelihatannya investor asing banyak yang keluar dulu ambil untung,” ujar Myrdal.
Walau begitu, Myrdal meyakini Bank Indonesia (BI) tidak akan tinggal diam. Ia memperkirakan BI akan menggunakan cadangan devisa untuk mengintervensi pasar agar Rupiah tidak jatuh terlalu dalam.
Baca Juga: KPK Bongkar Borok Kasus Korupsi Petral: Broker ‘Hantu’ Bikin Negara Rugi Jutaan Dolar AS
Josua Pardede menambahkan, meskipun saat ini Rupiah tertekan, ia memprediksi nilai tukar mata uang Indonesia ini bisa kembali stabil di kisaran Rp16.700 per Dolar AS pada akhir tahun nanti.
(*Sari)
















