Rupiah Anjlok, Dolar AS Diprediksi Tembus Rp16.900

Ilustrasi - Nilai tukar Rupiah anjlok ke Rp16.860 per Dolar AS. Ekonom prediksi Dolar berpotensi tembus Rp16.900 akibat investor asing kabur. (Dok: Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan berat. Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026), mata uang Garuda jatuh ke level Rp16.860 per dolar AS.

Angka ini menjadi posisi terlemah Rupiah sejak April 2025 lalu. Melihat tren negatif ini, sejumlah ekonom mengingatkan potensi Dolar AS yang bisa terus melaju hingga menembus angka psikologis Rp16.900.

Baca Juga: Kerugian Ratusan Juta Dolar, Drone SBU Ukraina Hancurkan MiG-31 dan Radar S-400 Rusia di Belbek

Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai risiko Dolar tembus ke Rp16.900 sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, pelemahan ini akibat kombinasi tekanan dari luar negeri dan sentimen pasar dalam negeri yang sensitif.

“Skenario tembus Rp16.900 akan lebih mungkin bila dolar AS menguat lagi, harga minyak naik, dan sentimen global kembali defensif,” kata Josua.

Josua menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global membuat investor takut mengambil risiko. Mereka lebih memilih memegang Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), sehingga memicu arus modal keluar (capital outflow) dari Indonesia.

Senada dengan Josua, Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyebut investor asing ramai-ramai menarik dananya untuk mencari aman.

Konflik geopolitik di berbagai negara, seperti Rusia-Ukraina hingga ketegangan China-Taiwan, menjadi pemicu utamanya.